Jumat, 27 Maret 2015

Menhan Harapkan Patroli Perdamaian Antarnegara di Laut Cina Selatan



JAKARTA (MI) : Terkait klaim yang dilakukan Cina terhadap sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menginginkan adanya patroli perdamaian yang melibatkan negara-negara di sekitarperairan tersebut. 

Patroli ini nantinya diharapkan bisa mengurangi potensi ketegangan yang sebagian besar wilayahnya diklaim milik Cina. 

Sebelumnya, Cina sempat melakukan klaim dengan sembilan garis putus-putus di sebagian besar Laut Cina Selatan. Klaim Cina ini berkaitan dengan gagasan Cina kembali membangun Jalur Sutra Abad 21. Namun, klaim Cina ini langsung mendapat tentangan dari sejumlah negara-negara ASEAN, termasuk dari Vietnam dan Filipina.

Sebagai negara terbesar di kawasan ASEAN, Indonesia hingga saat ini dianggap belum menunjukan sikap yang tegas terkait sengketa wilayah tersebut. Ryamizard menyebutkan, Indonesia memang tidak secara langsung terlibat di sengketa wilayah, tapi sengketa itu melibatkan negara-negara tetangga Indonesia. 

Ryamizard menginginkan adanya kerja sama antarnegara untuk melakukan patroli perdamaian. Hal ini pun sudah disampaikannya secara terbuka saat mengikuti pertemuan antara Menteri Pertahanan se-ASEAN di Myanmar dan Langkawi, Malaysia. Patroli perdamaian ini nantinya diharapkan bisa mencegah terjadinya konflik secara terbuka antara negara-negara yang bersengketa.

''Artinya, kami mencegah kalau terjadi konflik menggunakan kekerasan bersenjata. Itu harus dihindari. Jangan sampai menggunakan senjata, bahaya itu. Kami tidak ingin, namanya negara memang ada pasang surutnya, tapi jangan sampai menggunakan kekuatan bersenjata,'' kata Ryamizard usai bertemu Dubes Singapura Amil Kumar Nayar, di Kedubes Singapura untuk menyampaikan rasa belasungkawa atas kematian Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, Kamis (26/3).







Sumber : REPUBLIKA

2 komentar:

  1. Bagaimanapun juga kekuatan TNI harus diutamakan pak...ekonomi suatu negara kuat apabila ada jaminan keamanan yang kuat dan yang penting saya menghimbau para penguasa RI harus berpikir sederhana saja " TIDAK ADA TEMAN ATAU LAWAN YANG ABADI HANYA KEPENTINGAN YANG ABADI " sudahlah jangan melibatkan diri di LCS ingat pengalaman waktu Indonesia di embargo apa ada negara sahabat yang menolong ?

    BalasHapus
  2. kapital jakarta harus berbenah diri buang doktrin orde baru sedia payung sebelum hujan angkatan laut dan air supermasi di benahi ...komflik antar negara mirip orang hamil bisa meletus kalau sudah waktunya .

    BalasHapus