Jumat, 27 Maret 2015

Pangdam: Tak Ada Operasi Militer

Pangdam: Tak Ada Operasi Militer

LHOKSEUMAWE (MI) : Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto memastikan tidak ada operasi militer yang dilakukan di Nisam, Aceh Utara, meskipun ada sekitar 400 personel yang dikerahkan pascainsiden penculikan hingga pembunuhan terhadap dua prajuritnya.
“Kita kerahkan pasukan hanya untuk membantu kepolisian dalam upaya mengejar pelaku pembunuhan serta menjaga perkampungan sekitar lokasi dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Mayjen Agus Kriswanto dalam konferensi pers yang berlangsung di Mes Lilawangsa Kota Lhokseumawe, Kamis (26/3).
Atas dasar itu Pangdam berharap agar masyarakat tidak perlu trauma, tapi harus tetap waspada dan bisa memberikan informasi kepada aparat keamanan apabila mendapat ancaman atau intimidasi dari sipil bersenjata.
Diakuinya, sampai saat ini pihaknya masih terus membantu pihak kepolisian untuk mengejar para pelaku. Pangdam juga belum memastikan kapan pengejaran itu akan berakhir. “Pastinya sampai saat kondisinya sudah kondusif,” ujarnya.
Di samping itu, Pangdam juga memastikan sejauh ini belum menemukan pelaku pembunuhan terhadap dua prajuritnya. “Secara fisik pelakunya belum kita temukan, namun prediksi, komunikasi, dan analisis masih terus kita lakukan,” ungkapnya.
Disinggung tentang motif pelaku melakukan pembunuhan itu, Pangdam belum memastikan secara jelas. Namun, dia uraikan selama ini TNI terus bergerak memberantas narkoba, sesuai dengan instruksi Presiden RI. Di mana TNI terus berhasil menemukan sejumlah ladang ganja dan juga menangkap pemilik sabu-sabu untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

Pangdam juga menguraikan dari 400 personel yang diturunkan itu semua berasal dari Aceh Utara, Lhokseumawe, dan sekitarnya seperti dari Kodim Aceh Tengah dan Kodim Bireuen. Kedua Kodim ini pun dilibatkan hanya untuk pengimbangan dalam upaya mengantisipasi para pelaku berusaha melarikan diri ke luar dari Aceh Utara.
“Jadi, selama pengejaran dilakukan dalam beberapa hari ini, belum pernah terjadi kontak tembak,” demikian Pangdam IM. Saat ditanya apakah ada perluasan pengejaran, Pangdam mengaku sejauh ini belum ada, melainkan tetap difokuskan di kawasan Nisam.
 Ke Nisam Antara 
Pangdam Mayjen Agus Kriswanto, Kamis (26/3) siang juga mengunjungi Kecamatan Nisam Antara untuk melihat kondisi masyarakat di wilayah itu pascatewasnya dua anggota TNI serta masuknya 400 anggota TNI ke kawasan tersebut untuk mencari kelompok bersenpi.

Dalam kunjungan dimaksud, Pangdam singgah di salah satu warung kopi Keude Alue Papeun. Di sini Pangdam meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kontak tembak karena kehadiran TNI ke kawasan itu untuk mengamankan warga dari kelompok bersenjata.
 Ladang ganja
Pangdam mengatakan hingga saat ini mereka belum berhasil memastikan siapa kelompok bersenjata tersebut, namun diperkirakan sebagian dari mereka telah meninggalkan wilayah Aceh Utara. Bahkan, menurut Pangdam, ada kemungkinan keterlibatan kelompok pemilik ladang ganja dalam kejadian ini, karena TNI akhir-akhir ini sangat gencar memusnahkan ladang ganja, terutama di Aceh Utara. “Bisa saja mereka dendam terhadap tindakan TNI tersebut,” ujar Pangdam.

Amatan Serambi di beberapa desa dalam Kecamatan Nisam Antara, seperti Alue Dua, Seumirah, dan Alue Papeun, banyak warga yang beraktivitas di depan rumah dengan menjemur atau membelah pinang. Sedangkan kondisi Pasar Keude Alue Papeun tetap normal. Banyak warga yang datang berbelanja.
Sementara itu, ratusan personel TNI dan Polri dengan senjata lengkap tetap bersiaga di Pos Polisi dan Koramil Nisam Antara di Desa Alue Dua.

Warga mengaku sejak kejadian penculikan anggota TNI tersebut, warga tidak berani pergi ke kebun, karena saat ini aparat TNI dan Polri sedang menyisir hutan di wilayah itu. Warga khawatir akan terjadi kontak tembak sewaktu-waktu.
“Semenjak dua TNI ditemukan tewas dan saat mereka melakukan penyisiran ke hutan, kami tidak lagi pergi ke kebun karena khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Keuchik Alue Papeun, Syawaluddin.
Hal itu dibenarkan Kamariah, seorang janda yang menemui Pangdam sembari mengatakan bahwa dia sangat khawatir akan terjadi kontak tembak. Kamariah juga berharap keadaan kembali normal agar warga dapat kembali pergi ke kebun. 




Sumber : TERIBUNNEWS

1 komentar:

  1. Kalau TNI/Polri tdk dpt menemukan tersangka penembakan, dpt dikatakan keamanan di Aceh umumnya khususnyadi Nisam sangat membahayakan dan secara strategis tdk menguntungkan TNI karena si penembak dg bebas dpt keluar masuk dr Nisam dg mudah serta pemasok senjata akan lebih leluasa lagi. Salam................

    BalasHapus