Sabtu, 25 Oktober 2014

Tiga Batalyon Satgas Pamtas Yang Baru Akan Ditempatkan di Perbatasan RI-PNG


Merauke (MI) : Dua batalyon yang ditugaskan  sebagai satuan tugas menjaga keamanan garis perbatasan (Satgas-Pamtas) antara RI dan PNG di Kabupaten Merauke  dan Kabupaten  Boven Digoel, maka mulai saat ini pengamanan perbatasan tersebut dijaga oleh 3 batalyon. 
Ketiga batalyon yang ditugaskan sebagai Satgas Pamtas  tersebut adalah Yonif 511/DY dari Kodam V Brawijaya, Yonif 711/Paksa Tanam dari Kodam  VII/Wirabuana  Sulsel, dan Yonif 613/JRA dari KodamVII Mulawarman, Kalimantan.
‘’Tiga batalyon   ini akan menggantikan 2 batalyon sebelumnya yang telah kita lepas secara resmi 2 hari lalu,’’ kata  Danrem 174/ATW Brigjen TNI Supartodi, Kamis   (23/10).
Menurut  Danrem, 3 batalyon  yang datang tersebut  akan menempati pos-pos yang sudah ada sebelumnya. ‘’Untuk penambahan  Pos kemungkinan nanti ada. Tapi sekarang ini mereka  akan menempati pos-pos yang sudah ada yang ditempati  2 batalyon sebelumnya itu,’’ jelasnya.
Danrem menilai  adanya 3 batalyon yang bertugas di perbatasan tersebut bukan penambahan tapi kemajuan  bagi TNI AD khususnya dan bagi negara pada umumnya. ‘’Kalau kemarin hanya 2 batalyon dan sekarang sudah purna tugas dan akan diganti dengan 3 batalyon,’’ katanya.
Dijelaskan lebih jauh, ketiga batalyon  yang akan bertugas sebagai Satgas Pamtas di garis perbatasan ini akan melaksanakan tugas pengamanan selama kurang lebih 6 bulan dan dipimpin seorang kolonel sebagai Dankosek. ‘’Tapi nanti Dankosek akan bertanggung jawab kepada Danrem sebagai Komandan pelaksanaan operasi perbatasan,’’ jelasnya.  
Ditanya lebih lanjut apakah penambahan  batalyon ini ada kaitannya dengan masalah ancaman di garis perbatasan, Danrem menjelaskan masalah ancaman tetap ada baik yang  terlihat secara terang-terangan maupun yang tidak terlihat.
Tinggal bagaimana untuk menyikapi ancaman tersebut dengan menetralisir sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.   ‘’Ancamanya banyak, mulai dari penyelundupan senjata dan lain-lain,’’ katanya. 
Untuk diketahui, ketiga batalyon yang akan bertugas di sepanjang garis perbatasan RI-PNG di Kabupaten Merauke dan  Boven Digoel tersebut, sementara ini sedang mobilisasi dari Mako masing-masing ke Merauke  dengan menggunakan pesawat Hescules. Ini merupakan pergantian yang keduanya kalinya yang tidak lagi menggunakan KRI tapi langsung dengan Hercules.
Sumber :  InfoPublik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar