Monday, March 11, 2013

Sabah Picu Perang Indonesia-Malaysia Masa Depan


Kompasiana (MI) : Perang Sabah saat ini menambah catatan buruk hubungan Indonesia-Malaysia terkait kekerasan terhadap penduduk Sabah keturunan Indonesia dan Bangsamoro. Sikap keras dan pembunuhan terhadap warga desa di Sabah belum bisa diintervensi oleh pemerintah Indonesia saat ini. Namun warga Indonesia mencatatnya dan akan semakin meningkatkan stigma buruk Malaysia di Indonesia. Diyakini banyak pengamat bahwa perang Malaysia-Indonesia hanya masalah waktu. Posisi konflik Malaysia-Indonesia identik dengan konflik Israel-Palestina.
Kekuatan regional akan berubah ketika pemimpin Indonesia memiliki kekuatan dan komitmen kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi. Pemerintahan yang lemah selama lima belas tahun terakhir ini telah menyebabkan Indonesia kehilangan wilayah Sipadan-Ligitan dan 30 mil laut wilayah perairan di sepadan lepas pantai kedua pulau tersebut yang dikenal sebagai perairan Laut Ambalat.
Kerajaan Malaysia selama ini melihat Indonesia sebelah mata. Hal ini disebabkan oleh kekuatan Malaysia yang beraliansi dengan Britania Raya, Great Britain, Inggris dan Australia sebagai sesembahan Malaysia yang melindungi Malaysia. Hal itu dianggap memberikan kekuatan kepada Malaysia.
Kerajaan Malaysia saat ini yang berpemerintahan seperti Rezim Soeharto dengan konsep informasi berkaca mata kuda membungkam demokrasi dan rakyatnya ada di bawah tekanan rezim Kuala Lumpur. Gap dan kesenjangan pembangunan di Sabah dan Sarawak dengan Semenanjung Malaya semakin curam. Proyek-proyek pembangunan dan pertumbuhan senantiasa dibangun di wilayah Semenanjung. Petaling Jaya, Putra Jaya, bahkan Menara Kembar sebagai ikon Malaysia semua dibangun di Semenanjung.
Hasil timber atau produk hutan dan minyak dari kedua kawasan Sabah dan Sarawak merupakan seperempat pendapatan Malaysia. Sabah dan Sarawak yang merupakan sumber kekayaan dianaktirikan dan dibiarkan tertinggal.
Sementara kelemahan para pemimpin di Indonesia sejak zaman reformasi rupanya sementara tidak akan mengalami titik balik. Jika pada masa sebelumnya pemerintah Indonesia tinggal diam, menjelang pilihan raya, pemilihan umum 2014 dan pilihan presiden 2014, pemimpin Indonesia saat ini tetap tidak akan menampilkan pendekatan yang lebih tegas terkait kekerasan di Sabah.
Di pihak lain jika kekerasan yang menimpa warga Sabah keturunan Indonesia tetap berlangsung di sana, maka jelas akan membangkitkan tekanan terhadap pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas terhadap Malaysia. Jika saat ini kepemimpinan cukup lemah, namun kekerasan di Sabah menambah catatan buruk sejarah hubungan Indonesia-Malaysia.
Pemerintahan lemah Indonesia dan bangsa Indonesia saat ini hanya mampu mencatat berbagai hal dalam keterkaitan keburukan dan kejahatan Malaysia terhadap Indonesia. Rakyat Indonesia memandang Malaysia sebagai musuh akibat perbuatan pemerintah Malaysia yang selalu melecehkan dan buruk terhadap Indonesia. Inilah pandangan rakyat Indonesia terhadap Malaysia. Ada paling kurang lima sebab terpicunya perang Indonesia-Malaysia di masa depan.
Pertama, Malaysia dianggap sewenang-wenang dan tidak berterima kasih terhadap saudara tua Indonesia karena pada tahun 1970-an dibantu pendidikan dengan dikirimnya guru dan dosen terbaik untuk mengajar di Malaysia dan Indonesia menerima banyak mahasiswa belajar di berbagai universitas di Indonesia.
Kedua, pemerintah Malaysia memerlakukan para tenaga kerja Indonesia baik sebagai buruh kasar maupun pekerja domestik atau pembantu rumah tangga dengan merendahkan martabat mereka. Pemerintah Malaysia terbukti menolak MoU untuk perlindungan tenaga kerja di Malaysia dengan pongahnya. Hal ini disebabkan oleh mafia polisi kerajaan Malaysia yang terlibat rasuah atau korupsi dengan memeras para pekerja asing termasuk tenaga kerja illegal asal Indonesia.
Ketiga, klaim Malaysia atas budaya Indonesia seperti Reog, Tari Pendet, Batik, Rendang, Gong, Tari Serimpi, Tari Saman, Masakan Padang, bahasa Melayu, Candi Borobudur, Rasa Sayange, monyet, orangutan, telah menyebabkan ketidaksukaan warga Indonesia terhadap Malaysia.
Keempat, penyerobotan ribuan kilometer wilayah Indonesia di sepadan Sarawak dan Sabah dengan Indonesia dengan praktek pembukaan perkebunan sawit dan perusahaan timber yang menggeser batas patok wilayah Indonesia-Sabah dan Indonesia-Sarawak yang dilakukan kerajaan Kuala Lumpur.
Kelima, direbutnya Sipadan dan Ligitan dari Indonesia yang menimbulkan luka paling dalam bangsa Indonesia.
Pemerintahan Indonesia masa depan akan beraliansi dengan China dan Russia sebagai kekuatan baru dunia yang akan menciptakan kekuatan berimbang. Perlakuan seronok pemerintah Malaysia terhadap Indonesia menjadi semakin meningkatkan sentiment negatif Indonesia terhadap Malaysia.
Ketika itu maka perang antara Malaysia dan Indonesia tidak terelakkan karena Indonesia menuntut hak-haknya setelah diperlakukan buruk oleh Malaysia. Satu-satunya ketakutan Indonesia melawan Malaysia saat ini adalah Inggris dan Australia ada di belakang Malaysia.
Namun setelah keruntuhan dan lepasnya Sabah dan Sarawak dari Malaysia maka terjadi perimbangan kekuatan dan saat itulah Indonesia akan melancarkan serangan. Inggris sendiri sekarang mengarah menjadi bangsa kerdil akibat krisis ekonomi di Eropa. Sementara aliansi Indonesia-China-Russia-Korea Utara akan menguatkan posisi Indonesia di mata bangsa-bangsa regional Asia Tenggara.


Sumber : Kompasiana

19 comments:

  1. Jangan memancing di air keruh mas bro

    ReplyDelete
  2. Serbuan ke malaysia atau membantu pihak sulu dlm konflik Sabah, menurut saya, sangat tepat dan sesuai dgn UUD'45.

    ReplyDelete
  3. perang ,perang dan perang,perang aja sendiri mendingan kaya beginian damai gak ada perang kemana mana aman gak ada rasa takut,klo anda suka dengan negara lain yg selalu membanding bandingkan dengan negara tercinta REPUBLIK INDONESIA,sana aja daftar jadi warga negara bersangkutan,justru saya senang dengan kepemimpinan presiden sekarang.segara sesuatu di pertimbangkan dengan baik bila ada pemasalah dengan negara lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. malingsia lama2 bisa kurang ajar... pesan saya jangan di hormati segara kayak itu....

      gak bisa berterima kasih... hancurkan saja !!! tunggu tanggal mainya...

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. KΔΗΚΔΗΚΔΗ!!!ΙΝDΘN BΔBI INDΘNSIΔL INDΘNGΔMPΔNG BΔHLΘL LEMBU KΔPΔL BURUK SUKHΘI MURΔH XBISΔ TEMBΔK...INDΘN GΘBLΘK!!RΔKYΔTNYΔ SEMUΔ BΘDΘH!!!SEMUΔ ΔLΔTΔN SECΘNHΔND...MΔLΔYSIΔ MΔJU ΔLΔTΔN BΔRU...MΔNUVER BOLEH...INDΘN BISΔ HΔNCUR DLM DUΔ HΔRI DIHENTΔM SΔMΔ SUKHΘI MΔLΔYSIΔ DΔN TYPHΘΘN YG ΔKΔN MΔSUK MALAYSIA 2014...LΔGI DENGΔN SΘKΘNGAN MLRS ΔSTRΘS II..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkw....ya begini inilah kl bangsa gak pernah berjuang dan merdeka....PERANG....???? WKWKWKWKWK.....Emng bisa MALINGCIAK perang....??? merdeka aja dikasih.....jgn lihat alutsista indonesia yg secong bro....udah terbukti tuch belanda sm jepun pontang-panting sm BAMBU RUNCING...udh gak ush mimpi perang dech...percuma ntar kyk belanda dan jepun.

      Delete
    2. ini zaman modern gk perlu berantem lewat pesan
      kalo emang bernyali ketemuan ..jangan kaya cewek lu semua
      ketemuan .....sikat selesai udah
      kok susah .....
      dan untuk orang malaysia ......jangan sok jago
      kalo seandaikan indonesia perang lawan malaysia
      indonesia di serang inggris australia malaysia
      gk mungkin
      russia-china-singapura-arab saudi-jepang diem liat indonesia di serang
      lagian perang gk ada untung nya ..
      yang ada rugi ....mulai detik ini ...gua saranin ...damai ajja bro
      kalo gk mau denger jangan bawa nama indonesia
      bawa nama tuh negara paman sam atau si israel
      ok

      Delete
    3. woy malaysia, ga usah lh kmu bnyk omong, bacot sana sini, kmu itu brdiri sndiri aj ga bsa, mkan msih d suapin, pipis msih ngompol d celana, ga ush pngecutlah, kyk bocah kcil yg msih netek smbil bo2 d ketek mamak'ny (inggris), asal kmu sdar dunia bhkan sdh tau..klo yg nma'ny malaysia itu bdoh, kekanak-kanakan, cengeng, rakus, ga tau diri, pngecut, licik, smbong, dn ga pnya malu. Jd udh lh..kmu ckup diam aj biar ga klihatan tmbah tolol.. kasian ya kmu malaysia, mnyedihkan.. kami bngsa indonesia, bkn bngsa yg brgantung dgn bangsa lain, (inggris atau amerika dn skutu'ny) mati aj kalian k neraka!! bkn sya syang tp justru sya tantang negara2 itu.. msih branikah kmu malaysia mlihat wjah kami bngsa indonesia..??

      Delete
  6. WOY SYAH KL SATU LAWAN SATU DULU DAH LOE MA W !! JGAN KEBANYAKAN BACOT

    ReplyDelete
  7. seru bertanya bro.. lanjutkan. biar bangsa ini semakin berkobar" semangatnya.

    ReplyDelete
  8. wkwkwk... negara yang merendah dan yang merendahkan. tinggal kita lihat hancur yang mana. kalo gue sih, uda pasti yang merendahkan. merendah bkn berarti kita takut, but hanya sabar.

    ReplyDelete
  9. Inilah di mana titik rasa nasionalisme kita di buktikan,,!!!
    Saya ngga ingin julukan TKI,, terus menggema di malaysia,,
    Harusnya di ganti jadi TKM (Tenaga kerja Malaysia)
    Perang,,,,,??? Hayyyoooo,,!!

    ReplyDelete
  10. Cekek z Malaysia tuh.... malah kasih z ambalat sebagai umpan ....lalu jadikan alasan biar all kalimantan utuh jadi NKRI, so pertahanan Nusantara akan makin Moncer di masa akan datang, selain bernilai ekonomi juga strategi, cuma harus dalam hitungan hari 2-3 hari. Ausi dan Inggris paling bengong....
    Toh bagi mereka yg penting Kontrak Perusahaannya tetap eksis..ya kasih z, cuma beda judul HEADER nya thok..

    ReplyDelete
  11. memang kedepan tinggal nunggu waktu, kalo presidennya PRABOWO/TNI KOPASSUS, kemnungkinan itu tinggi sekali : "GARUDA-PANDA- RED BEAR " membentuk pakta pertahanan/aliansi sekali terbentuk maka, MALON sasaran 1 nya , dgn berbagai alasan tentunya . asekk dah pokoknya kalo presidennya TEGAS, KERAS macam PUTIN(KGB)/Rusia

    ReplyDelete
  12. smoga saya bisa menyaksikan perang tersebut. lebih cepat lebih baik..

    ReplyDelete
  13. Wkwkwk , mengalah bukan berarti kalah . Ingat itu malaydog

    ReplyDelete
  14. kemajuan sesuatu bangsa/negara tidak dilihat dan dinilai semata-mata daripada sudut kelengkapan dan kekuatan ketenteraan tetapi sejauh mana kemampuan sesuatu bangsa/negara untuk melahirkan generasi yang boleh berfikir dan bertindak dengan bijak. salam persaudaraan dari malaysia...

    ReplyDelete
  15. Tentera indon pasti menang lawan M'sia... tentera indon bisa menghilang, sekali dgn kapal perangnya... INVISIBLE Soldier.
    Dah jumpa belum..?

    ReplyDelete