Selasa, 12 Mei 2015

TNI akui minta kapal pengungsi Rohingya tidak mendarat di Indonesia


Banda Aceh (MI) : Juru bicara Mabes TNI, Mayjen Fuad Basya, mengakui Indonesia telah meminta sebuah kapal pengungsi Rohingya yang berada di perairan Aceh untuk memutar arah dan tidak mendarat di wilayah Indonesia.
Fuad juga mengatakan para pengungsi tersebut diberikan bantuan bahan bakar minyak dan juga makanan untuk dapat bertahan.
"Mereka itu masih berada di tengah laut dan kebijakan Panglima TNI (Jenderal Moeldoko) agar mereka yang masih berada di tengah laut untuk dicegat tidak masuk perairan Indonesia," jelas Fuad kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.
Menurut Fuad kapal pengungsi itu berada sekitar 7-10 mil dari pantai Aceh.
Sementara satu kapal pengungsi lainnya telah mendarat di pantai Aceh Utara pada hari yang sama Minggu (10/05), setelah diselamatkan oleh kapal nelayan.

Pengungsi Rohingya yang berjumlah 582 orang itu ditempatkan di Gelanggang Olahraga Lhoksukon Aceh Utara.
Kontributor BBC Indonesia di Lhoksukon melaporkan identitas ratusan pengungsi itu masih didata oleh UNHCR dan petugas imigrasi Indonesia.
Hingga akhir Februari 2015 lalu, jumlah pengungsi Rohingya di Indonesia mencapai 738 orang.





Sumber : BBC

2 komentar:

  1. Ko kebijakan pak panglima kayak gitu, itu kan pengungsi seharusnya di darat kan dl jangan di usir karena itu manusia butuh pertolongan, jangan kayak orang barat klo nolong ada maksud tertentu

    BalasHapus
  2. Apa lagi itu muslim yg di dolimi, yg harus ditolong

    BalasHapus