Kamis, 08 Januari 2015

Menlu: Diplomasi untuk Lindungi Kedaulatan Wilayah Indonesia


JAKARTA (MI) : Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan bahwa diplomasi dan kebijakan politik luar negeri ke depannya akan diarahkan untuk melindungi kedaulatan wilayah Republik Indonesia.

"Dalam lima tahun ke depan, diplomasi Indonesia akan dilakukan untuk melindungi kedaulatan wilayah Negara Republik Indonesia," kata Menlu Retno dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI 2015 di Jakarta, Kamis (8/1/2015), seperti dikutip Antara.
Menurut dia, diplomasi Indonesia dalam pergaulan internasional harus didasari pada prinsip penghormatan terhadap integritas wilayah teritorial masing-masing negara.

"Indonesia tidak akan membiarkan prinsip-prinsip tersebut dilanggar oleh pihak lain," ujar dia.
Oleh karena itu, kata Retno, pihaknya akan lebih meningkatkan diplomasi perbatasan pada 2015, terutama untuk perbatasan maritim.

"Khusus untuk penyelesaian batas maritim, Indonesia telah menyusun 'roadmap' perundingan perbatasan. Pemerintah Indonesia juga akan meningkatkan kehadirannya di wilayah perbatasan," kata dia.

Ia menyebutkan bahwa diplomasi perbatasan Indonesia sebenarnya telah meraih beberapa capaian, salah satunya kesepakatan tiga segmen perbatasan maritim baru dengan Singapura dan Filipina pada 2014.

Selanjutnya, beberapa upaya lain yang akan dilakukan Kementerian Luar Negeri, antara lain menyusun prosedur standar operasi (SOP) dan "rules of engagement" (aturan keterlibatan) bagi wilayah-wilayah maritim yang belum disepakati batas-batasnya.

Pada kesempatan itu, Menlu juga mengatakan, diplomasi yang dilakukan Kemlu akan diarahkan sejalan dengan visi-misi Presiden Joko Widodo, yaitu untuk merealisasi Trisakti.
"Presiden Joko Widodo dalam visi-misinya telah menegaskan tekad untuk merealisasi Trisakti untuk menjadikan Indonesia berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," kata dia.
"Dengan politik bebas aktif, diplomasi Indonesia akan dilakukan untuk mencapai tujuan itu," lanjut Retno.


















Sumber :  KOMPAS

1 komentar:

  1. berdiplomasi antar negara tampa dukungan alat perang gahar bakal sulit buat indonesia keluar dari tekanan asing .

    BalasHapus