Jumat, 09 Januari 2015

Pantas Jago Menyelam Jago Tempur, Latihannya Bagai di Neraka


Pangkaln Bun (MI) : PERSONEL Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dipilih dari orang-orang terbaik. Selain berotot kawat dan bertulang besi, mereka juga wajib datang dari Korps Pelaut. Syarat wajib lain harus sudah pernah bertugas di kapal TNI AL selama dua tahun atau lebih.
Kenapa harus pelaut?

Pertama, anggota Pasukan Katak (Paska) harus mengetahui konsep perang laut secara menyeluruh. Misal hendak melakukan misi sabotase atau pembebasan sandera, mereka sudah harus tahu bagian-bagian kapal. Bila bukan pelaut, mereka akan kesulitan mengenal bagian-bagian dalam kapal.

Kedua, jika sudah berpengalaman dalam KRI, insting mereka akan langsung bermain di mana kamar mesin, ruang amunisi, tanki bahan bakar dan sebagainya. Hal ini jelas akan berpengaruh dalam kesuksesan misi.
Latihan pertama yang harus dijalani oleh calon personel Paska adalah hellweek. Latihan yang benar-benar menguras emosi, tenaga dan keringat sampai ke tetes terakhir.
Dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun Kopaska, dikupas soal hellweek ini.

Setiap calon Paska tak pernah diberi tahu kapan rangkaian hellweek akan dimulai. Bisa saja tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap.
Hari pertama minggu neraka ini dibuka dengan ritual melahap nasi komando bersama-sama. Nasi komando adalah hasil blenderan nasi, lauk pauk, telur mentah, minyak ikan dan terasi. Makanan ditaruh dalam satu tempat dan dimakan secara bergiliran. Jika salah satu muntah di tempat itu, maka yang berikutnya tetap harus memakan nasi komando itu sampai tandas.

Sebagai pelepas dahaga, minuman yang diberikan adalah jamu brotowali. Jamu ini memang menyehatkan, tapi mungkin merupakan minuman paling pahit di dunia.
Setiap hari porsi tekanan terus ditambah hingga benar-benar memaksa seseorang untuk bertahan di titik maksimal.

Uniknya selama pendidikan, nama mereka diganti dengan nama hewan laut. Maka nama-nama tongkol, udang, paus, kakap wajib digunakan. Nah, kadang hingga pendidikan selesai, nama ini masih melekat di antara sesama mereka.

Jika tak kuat pendidikan, silakan berhenti. Tak ada paksaan sama sekali untuk mengikuti latihan Paska ini.
Siswa yang gugur atau mengundurkan diri diminta meletakkan topi bajanya di pinggir lapangan. Dari situ kelihatan berapa orang yang telah mengundurkan diri dalam satu angkatan.
Saat ini Kopaska terdiri atas dua grup, yakni wilayah Barat dan Timur. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya.Koordinasi terhadap dua grup Kopaska dipegang Komando Armada RI masing-masing wilayah.

* Satuan Komando Pasukan Katak Armada Barat (Satkopaska Armabar)
    Detasemen 1 Sabotase / anti-Sabotase (Teror)
    Detasemen 2 Operasi Khusus
    Detasemen 3 Combat SAR
    Detasemen 4 EOD dan Ranjau Laut / Mine clearence
    Detasemen 5 Underwater Demolition
    Detasemen 6 Special Boat Units
* Satuan Komando Pasukan Katak Armada Timur (Satkopaska Armatim)
   Detasemen 1 Sabotase / anti-Sabotase (Teror)
    Detasemen 2 Operasi Khusus
    Detasemen 3 Combat SAR
    Detasemen 4 EOD dan Ranjau Laut / Mine clearence
    Detasemen 5 Underwater Demolition
    Detasemen 6 Special Boat Units.
Masing-masing grup dipimpin oleh kolonel yang membawahi enam detasemen, yakni :
    Detasemen 1 Sabotase/Anti-Sabotase (Teror),
    Detasemen 2 Operasi Khusus,
    Detasemen 3 Combat SAR,
    Detaseme 4 EOD dan Ranjau Laut,
    Detasemen 5 Underwater Demolition, dan
    Detasemen 6 Special Boat Units.
Sumber :  TRIBUNNEWS

2 komentar:

  1. indonesia harus bangga punya pasukan khusus sekelas kopaska yg bisa diandalkan ,, navy seal aja masih bnyk belajar dari kopaska setiap latgab yg rutin di adakan setiap tahun ,, jalesveva jayamahe

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus