Sabtu, 14 Maret 2015

TNI AL Perkuat Kerja Sama Dengan Angkatan Laut Kerajaan Belanda


Den Helder (MI) : TNI AL dan Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninklijke Marine) sepakat untuk saling memperkuat kerja sama. Kerja sama kedua institusi pertahanan matra laut tersebut dituangkan dalam Nota Saling Pengertian (MoU), ditandatangani Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Indonesia Laksamana TNI Ade Supandi, SE dan Kasal Belanda Letnan Jenderal Marinir Rob Verkerk, bertempat di Markas Besar Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Den Helder, Balanda, Selasa (10/3).

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di anjungan perang Belanda JSS Karel Doorman, disaksikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo dan Atase Pertahanan RI untuk Kerajaan Belanda Kolonel Laut (T) Edy Sulistyadi.
Bidang-bidang kerja sama yang akan ditingkatkan berdasarkan MoU antar Angkatan Laut RI dan Belanda ini mencakup antara lain tukar menukar informasi, latihan bersama, pendidikan dan pelatihan, dukungan logistik dan pertukaran kunjungan. MoU ini juga sebagai upaya peningkatan kerja sama yang selama ini telah dilakukan berdasarkan prinsip saling menghormati, saling percaya dan saling menguntungkan, sesuai kebijakan poros maritim yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Dalam kunjungan kerjanya ke Belanda selama 3 hari (7-10 Maret 2015), Kasal selain ke Den Helder juga telah melakukan kunjungan ke Vlissingen untuk meninjau perkembangan proyek pembangunan dua kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia untuk memperkuat armada tempur TNI AL. Pembuatan dua kapal perang jenis PKR ini bekerja sama dengan PT. PAL Indonesia sebagai mitra utama dalam rangka alih teknologi yang dilakukan melalui skema joint operation. Hal ini direalisasikan melalui skema pembangunan 6 modul yang mana 4 modul dikerjakan di PT PAL Surabaya dan 2 modul dikerjakan di Belanda. Kemudian proses integrasi modul dilaksanakan di PT PAL Surabaya dilanjutkan tahapan uji fungsi, baik di pelabuhan maupun di laut lepas, termasuk nanti proses penyerahan kapal-kapal tersebut.

Selama kunjungannya di Belanda, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E didampingi oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.E., M.Hum., Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Ir. Harry Pratomo, dan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut  (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha.

Sementara itu Atase Pertahanan RI untuk Kerajaan Belanda Kolonel Laut (T) Edy Sulistyadi mengatakan bahwa hubungan pertahanan Indonesia-Belanda telah memiliki payung kerja sama dalam bentuk MoU Pertahanan, yang telah ditandatangani oleh Menhan RI dan Menhan Kerajaan Belanda di Den Haag pada 4 Februari 2014 lalu. "Sedangkan MoU antar kedua Angkatan Laut ini merupakan tindak lanjut atau pelaksanaan dari MoU Pertahanan dimaksud," imbuhnya. Sementara itu KUAI KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo, mengatakan bahwa Indonesia dan Belanda terus berupaya meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, tidak hanya di bidang pertahanan.

 “Penandatanganan MoU kerjasama antara TNI AL dan Koninklijke Marine ini juga menunjukkan hubungan bilateral Indonesia-Belanda tidak terpengaruh oleh dinamika seputar penegakan hukum domestik Indonesia,” jelas Ibnu Wahyutomo.






Sumber : TNI AL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar