Senin, 06 Oktober 2014

Kunjungi Madiun, SBY beri semangat para pilot TNI AU

Kunjungi Madiun, SBY beri semangat para pilot TNI AU siap demo Selasa - Jelang puncak HUT TNI 69 di Surabaya - Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di Lanud Iswayudi. Seluruh pesawat canggih Alutsista yang siap beraksi Selasa besok nampak stanby.

Madiun (MI) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono, mengunjungi Lanud Iswahyudi Madiun. Praktis, ini kunjungan Presiden SBY yang tidak akan terulang lantaran akan mengakhiri dua periode jabatan sebagai Presiden RI.

Kehadiran Presiden itu dalam rangka memberikan semangat dan pengarahan kepada para pilot TNI AU dan ground crew yang akan terlibat aksi udara pada puncak peringatan HUT TNI ke-69 Tahun 2014 yang dipusatkan di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa besok (07/9/14).

Presiden saat berkunjung di Lanud Iswayudi pada Minggu (itu 05/10/14), disambut Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia beserta para pejabat TNI-Polri dan Pejabat Pemerintahan Daerah Keresidenan Madiun. juga seluruh prajurit TNI AU.
Kehadirann Presiden itu juga didampingi Menkopolhukam Masekal TNI (Purn) Joko Suyanto dan Menhan Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro.

Presiden menyinggung keterbatasan Alutsista 10 tahun silam. “Di akhir tahun 2004, Indonesia mengalami musibah yang luar biasa. Aceh dan Nias dihantam gempa bumi dan Tsunami yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang,” ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakanya, “Waktu itu kita memiliki kekurangan sarana angkut udara dan sarana prasarana Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pesawat-pesawat C-130 justru datang dari negara-negara lain dan pesawat helikopter Chinok datang dari Singapura. Beberapa helikopter Black Hawk dari Amerika Serikat,” kata Presiden.

Demikian juga kemampuan Angkatan Darat dan Angkatan Laut kita, lanjut Presiden, karena mendapatkan sanksi dan embargo militer yang berlasung selama 12 tahun. “Itulah yang membangkitkan semangat dan komitmen saya untuk segera mencabut sanksi dan embargo militer waktu itu,” tegasnya.

“Dengan diplomasi yang dilakukan, kurang dari satu tahun sanksi dan embargo militer sudah dicabut, tetapi ekonomi kita belum pulih dari krisis. Itulah lima tahun pertama saya menjabat kepresidenan,” terang SBY.

Dengan pulihnya perekonomian, jelas Presiden, “Kita bertekad untuk melakukan pembangunan kekuatan dan modernisasi serta menambah Alutsista baik untuk matra darat, matra laut maupun matra udara dengan menetapkan minimum essensial force (MEF),” kata Presiden. Dalam arti, standing forces untuk TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang diperlukan untuk kemampuan tangkal sekaligus melaksanakan operasi, baik operasi pertahanan maupun OMSP yang dilaksanakan sepanjang tahun.

Sistem persenjataan baik darat, laut dan udara pada tahun 2018, yaitu empat tahun dari sekarang, kekuatan akan cukup tangguh untuk menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah NKRI.
Untuk itu, Presiden SBY berpesan kepada jajaran TNI, “Marilah kita gunakan sebaik-baiknya kekuatan pertahanan yang tahun-tahun terakhir dapat dibagun secara signifikan untuk mengemban tugas negara yang diberikan melalui konstitusi kepada TNI”, katanya. 
Sumber :  LENSAINDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar