Tuesday, May 19, 2015

Menhan Ingin Beli Helikopter Chinook? Ini Penjelasan Kemenhan


JAKARTA (MI) : Dalam kunjungan kerja Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, ke Amerika Serikat, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sepakat bakal mendatangkan empat helikopter tempur jenis Chinook dari perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. Pemesanan itu tidak terlepas dari kebutuhan Indonesia dalam mengantisipasi ancaman-ancaman yang bersifat nyata.


Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom) Kemenhan, Brigjen Jundan Eko Bintoro, salah satu alasan pemesanan helikopter tempur jenis Chinook itu adalah besarnya daya angkut yang dimiliki oleh helikopter kebanggan Amerika Serikat tersebut. Kondisi ini pun bersesuaian dengan ancaman nyata selain perang yang dihadapi Indonesia, terutama masalah penanganan bencana alam.



"Sebagaimana Pak Menhan katakan, ancaman nyata yang akan selalu kita alami adalah bencana alam. Kemampuan helikopter Chinook dapat membawa pasukan yang lebih besar. Selain itu, helikopter jenis ini dapat mengangkut alat-alat bantuan apabila terjadi bencana alam," ujar Jundan lewat pesan singkat kepada Republika, Senin (18/5).



Namun, Jundan menegaskan, pihaknya belum melakukan pemesanan secara khusus terhadap Boeing atas empat Helikopter Chinook itu. Selain itu, pihaknya juga masih akan melakukan kajian terkait penempatan helikopter-helikopter tersebut di matra-matra TNI, apakah akan ditempatkan di Angkatan Darat, Angkatan Udara, ataupun Angkatan Laut.



Jundan menyebutkan, Kemenhan baru sekedar mengutarakan keinginnannya untuk bisa membeli helikopter tempur sekelas jenis Chinook tersebut. "Kami belum sampai pada tahap pemesanan. Keinginan untuk memiliki helikopter sekelas Chinook direncanakan pada Renstra (Rencana Strategis) II, yaitu pada 2015 hingga 2019," lanjut perwira tinggi bintang satu TNI AD tersebut.



Helikopter Chinook merupakan salah satu jenis helikopter yang memiliki keunggulan multifungsi. Selain dapat mengangkut personil militer dalam jumlah banyak, helikopter ini juga mampu mengangkut logistik dalam jumlah banyak.

Selain itu, helikopter ini didesain untuk bisa mengangkut (sling) pesawat tempur, kapal tempur, kendaraan tempur (Ranpur), hingga tank tempur kelas ringan. Tidak hanya itu, dengan kemampuan daya angkut yang besar, helikopter ini banyak diturunkan untuk mendukung kebutuhan nasional, seperti evakuasi bencana alam dan kegiatan Search and Rescue (SAR).


Sebelumnya, dalam salah satu rangkaian kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, Ryamizard sempat mengungkapkan keinginan Indonesia kepada pemerintah Amerika Serikat terkait peningkatan kerjasama militer. Salah satunya adalah percepatan pengiriman pesawat F-16 dan Helikopter Apache, yang telah disepakati dalam kontrak pengadaan.



Selain itu, saat mengunjungi Pabrik Boeing di Philadelphia, Amerika Serikat, Ryamizard juga mengungkapkan keinginan Kemenhan RI untuk bisa mendatangkan empat unit helikopter tempur jenis Chinook.






Sumber : REPUBLIKA

3 comments:

  1. Chinook tdk cocok dengan geogrofis Indonesia, masalah untuk keperluan korban bencana lebih baik diserahkan ke badan yang terkait yaitu Basarnas , tugas TNI hanya membantu, sebaiknya TNI lebih fokus ke alusista tempur , untuk urusan helicopter serba guna sekelas chinook dan tujuannya untuk bencana alam kenapa tdk mengandalkan buat dalam negeri ,setahu saya Indonesia dengan PT DI sdh mampu membuat helicopter SUPER PUMA dengan daya angkut 24 orang saya kira ini sdh memadai dan cocok dengan geografis alam Indonesia dan pengembangan terakhir adalah Eurocopter EC725 dan mulai dibuat di PT DI, saran saya sebaiknya memfaatkan produk dalam negeri secara maksimal, buat apa beli dari luar negeri kalau kualitasnya nggak jauh dari buatan dalam negeri, kalau ingin dihargai bangsa lain hargailah hasil karya cipta bangsa sendiri. salam.

    ReplyDelete
  2. Terjerat belaian USA,Menhan tidak fokus, sebaiknya memanfaatkan buatan PT DI, kapan INHAN RI mau di dukung, budget nya bisa di alihkan utk beli KASEL atau SAM sekelas s300 atau RBS 15 mk 3/4 atau beli 4 SU 34 utk fungsi maritim

    ReplyDelete