Minggu, 17 Mei 2015

Gebyar Pembangunan Negara Tetangga Pengaruhi Psikologis Masyarakat Perbatasan


Kupang (MI) : Memprihatinkannya kondisi infrastruktur Indonesia di wilayah perbatasan dengan Timor Leste, ternyata membuat masyarakat di sana mengancam akan pindah ke warganegaraan. Pasalnya, infrastruktur negara tetangga jauh lebih baik.
"Gebyar pembangunan di Timor Leste bagaimana pun mempengaruhi psikologis masyarakat kita di perbatasan. Pelayanan sosial kemasyarakatan Timor Leste beda dengan pelayanan kita di NTT," ungkap Karo Humas Pemprov NTT, Lambertus L Ibi Riti, saat berkunjung ke redaksi Sindo Weekly belum lama ini.
Dia tak menampik infrastruktur Timor Leste lebih baik dibanding milik Indonesia. Baik itu jalan, jembatan, listrik, mapun air bersih. Bila malam hari, wilayah Timor Leste akan terlihat terang, sementara Indonesia sebaliknya.
"Gedung-gedung (di Timor Leste), pelayanan, dan sistem di sana sudah bagus. Kita di sini masih amburadul lah. Soal pasar misalnya, itu pasar perbatasan kita itu tidak berfungsi. Pelayanan di perbatasan juga agak lambat," akunya.
Sebagai pemerintah daerah, pihaknya mengaku tidak berwenang mengurusi pembangunan di wilayah perbatasan, karena merupakan kewenangan pusat. Pemprov NTT sebatas membantu masyarakat dengan program-program pro-rakyat.
Dia meminta masyarakat untuk bersabar, karena pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla berjanji akan memberikan perhatian kepada daerah-daerah perbatasan. Pihaknya sudah mengusulkan desain pembangunan daerah perbatasan.
"Kita tinggal menunggu respond dan hampir semua kementerian merespond bagus. Walau memang (pembangunan) tidak semerta merta seperti yang sekarang dilakukan oleh Timor Leste," pungkasnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengunjungi wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atambua, Kabupaten Belu jelang akhir 2014. Dalam kunjungannya, Jokowi berjanji akan memperbaiki fasilitas dan kualitas pelayanan di sana.
Ada lima kabupaten di NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, yakni Alor, Kupang, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka. Sedangkan wilayah Rote dan Sabu berbatasan dengan Australia.






Sumber : Okezone

1 komentar:

  1. Pindah sonoh maen grtak segala.
    Kalo mau maju kerja dong....

    BalasHapus