Rabu, 29 April 2015

Perkiraan Kebutuhan Kendaraan Angkut Lapis Baja Dunia ke Depan Terus Meningkat

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/252646armoured-vehicle-28-april-2015-ok.jpg

Jakarta (MI) : Sebagaimana hasil riset dari ICD Research yang menyatakan bahwa perkiraan kebutuhan belanja alat pertahanan di Asia akan terus meningkat. Sebagian besar belanja tersebut kemungkinan diarahkan untuk belanja kendaraan angkut, tank tempur utama (Main Battle Tank) dan kendaraan lapis baja pengangkut personel (Armoured Personnel Carrier).

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Selasa (28/4), saat menjadi pembicara kunci dalam Armoured Vehicle Asia 2015 Conference di Hotel Crown, Jakarta. Menhan berharap Armoured Vehicle Asia 2015 Conference dapat memberikan peluang strategis dalam membangun kemitraan di bidang industri kendaraan lapis baja yang kemudian akan memberikan manfaat keekonomian bagi negara masing-masing.

Konferensi yang diselenggarakan oleh PT Pindad bekerjasama dengan IQPC Inggris sebagai mitra strategis ini adalah upaya komunitas industri kendaraan lapis baja Internasional untuk berkumpul dan mencari terobosan bagi pengembangan industri pertahanan dunia.

Melalui konferensi ini, diharapkan terjalin kemitraan strategis dan peluang untuk mengembangkan kemampuan kendaraan lapis baja sesuai dengan tuntutan pasar dunia. Konferensi ini juga diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan industri kendaraan lapis baja di masa mendatang.

Sementara itu, bagi Indonesia yangs edang mengalami transformasi di bidang industri pertahanan, berpeluang untuk menjadi bagian dari rantai pasokan global Asia serta sebagai pemain besar dalam industri pertahanan dunia. Sejak tahun 1993 melalui PT Pindad, Indonesia telah mampu memproduksi Armoured Personal Carier (APC) 6x6 yang disebut Anoa, 4x4 kendaraan taktis yang dinamai Komodo dan 6x6 Panser dengan meriam 90 mm yang dinamai Badak. Kendaraan lapis baja produk PT Pindad juga telah digunakan untuk membantu pasukan TNI di dalam negeri dan menjadi bagian alutsista yang digunakan TNI dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon dan Sudan.








Sumber : DMC Kemhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar