Sabtu, 18 April 2015

Indonesia Kini Sudah Bisa Bikin Peluru Kendali

 Pindad memproduksi roket balistik pertama di Indonesia bernama Rudal Pertahanan atau R-Han 122.

Jakarta (MI) : PT Pindad (Persero), produsen amunisi dan senjata, telah berhasil  mengembangkan roket balistik bernama Rudal Pertahanan atau R-Han 122. Roket pertama buatan Indonesia diproduksi untuk memenuhi kebutuhan TNI, pasalnya selama ini masih diimpor dari sejumlah negara
Direktur Utama Pindad Silmy Karim mengungkapkan, R-Han 122  memiliki kemampuan tembak mencapai 15 kilometer (km). Proyek pembuatan roket ini menjadi awal dari rencana panjang perseroan untuk membuat peluru kendali (rudal) jarak jauh.

"Yang paling ultimate kita akan buat peluru kendali dan diawali dengan pembuatan roket ini," kata Silmy saat berbincang dengan Liputan6.com yang ditulis, Jumat (17/4/2015).

Peluru kendali ini dijelaskan Silmy dapat menempuh jarak tembak mencapai ratusan kilometer dengan pergerakannya dapat dikendalikan dari pangkalan tembak. Ini akan menjadi satu hal yang membanggakan mengingat saat ini Indonesia belum mampu memproduksi peluru kendali.

Dengan komitmen Presiden Jokowi untuk mendukung industri pertahanan tersebut diharapkan Silmy proyek peluru kendali tersebut dapat segera dipercepat pembuatannya.


Seperti diketahui, di penghujung Maret 2012 lalu, Kementerian Pertahanan melakukan uji coba penembakan Roket Pertahanan (R-Han) 122 di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan.

R-Han 122 berfungsi sebagai senjata berdaya ledak optimal dengan sasaran darat dan jarak tembak sampai 15 kilometer.

Dengan semakin banyaknya produk dalam negeri yang semakin canggih tersebut diharapkan akan menjadi bagian dari kemandirian sistem pertahanan Indonesia, bahkan dapat di ekspor ke beberapa negara.

Saat ini, PT Pindad telah mengekspor sejumlah senjata ke beberapa negara di dunia seperti di Asia dan Afrika. Tak hanya itu, produk kendaraan tempur produksi Pindad seperti Panser Anoa juga laris manis dimintai negara-negara di Asean dan Timur Tengah. 






Sumber : Liputan6

2 komentar:

  1. Kalau bikin peluru kendali atau roket jangan nanggung2, terkesan ketinggalan , kalau bisa jarak tembaknya minimal 100-200 km syukur bisa diatas 300 km, sayang budget yang dianggarkan kalau hanya buat roket dengan jangkauan segitu untuk perang modern di jaman sekarang belum memberikan efek getar, begitu pula dengan panser badak turrentnya juga sdh ketinggalan padahal Swedia sdh mengeluarkan produck yang baru.

    BalasHapus