Kamis, 23 April 2015

AS Tawarkan Kerjasama Latihan Bersama Angkatan Laut RI-AS di Perairan Pulau Natuna

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/886221menhan-terima-US-Pacom-20-april-2015.jpg

Jakarta (MI) : Untuk mempererat hubungan pertahanan RI-AS, Pemerintah AS menawarkan kerjasama di bidang latihan bersama di perairan Pulau Natuna. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu atas tawaran tersebut menyatakan akan berkonsultasi dengan Presiden RI dan berkoordinasi dengan dua negara sahabat, Malaysia dan Singapura. Selama ini Indonesia, Singapura dan Malaysia telah melakukan patroli bersama di wilayah Barat di Selat Malaka untuk mengatasi perompakan dan di wilayah Timur di sekitar Pulau Spratly untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Patroli bersama tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi sengketa yang merugikan banyak pihak.

Hal itu dijelaskan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Senin (20/4), saat menerima kunjungan kehormatan US Pasific Fleet Commander Admiral Harry B Harris, Jr di Kantor Kemhan, Jakarta. Kunjungannya ini untuk mencari kemungkinan upaya mempererat hubungan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan AS terutama antara Angkatan Laut kedua negara. Menurut Admiral Harris salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hubungan pertahanan kedua negara adalah bekerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan. Dan dirinya meyakini kepemimpinan Indonesia di ASEAN berpengaruh sangat besar dalam patroli-patroli bersama tersebut.

Pemerintah AS melalui Admiral Harris juga berterimakasih atas bantuan Pemerintah Indonesia khususnya TNI AL dalam pengamanan kapal USS Houston dan HMAS Perth yang tenggelam pada Perang Dunia ke II di Perairan Indonesia. Admiral Harris juga menyatakan keprihatinannya atas insiden terbakarnya pesawat F-16 dan Pemerintah AS menawarkan bantuan dalam penyelidikan jika dibutuhkan.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai rencana kunjungan Menhan Ryamizard Ryacudu ke AS pada bulan Mei mendatang. Menhan Ryamizard Ryacudu dijadwalkan akan melakukan kunjungan kehormatan dan melakukan beberapa pertemuan disana termasuk bertemu dengan Menhan AS.






Sumber : DMC Kemhan

3 komentar:

  1. asing datang bukan memperbaiki ke adaan di natuna tapi mengajak indonesia terjun langsung memusuhi china ....bangsa indonesia harus tanggap dan teliti ke pentingan bangsa harus di utamakan bukan sebaliknya ke pentingan ke tua pattai dan antec 2 asing di ibu kota di no 1 satukan ...igat indonesia hutang berjibun rakyt melarat akibat salah ke lola karna pengaruh barat .

    BalasHapus
  2. Ini dinamakan indonesia antec amerika, krn indonesia sangat mudah di adu domba untuk melawan china, pihak media yg berlebihan mengakibatkan pemerintah gemetaran tp kenyataan china tidak mengklaim natuna spt yg disengketan dg jepang or philifine, harus disadari amerika skg menerapkan politik membelah bambu untuk menghasut saling bermusuhan sehingga amerika menjadi peran utama memasok senjata seolah membantu dengan cara mendanai perang yg akibatnya menjadi sekutu akibat tidak bisa melunasi hutangnya

    BalasHapus