Senin, 30 Maret 2015

Indonesia Miliki Trend Pertahanan yang Cukup Baik


Jakarta (MI)Indonesia memiliki trend politik, ekonomi dan diplomatik serta pertahanan yang cukup baik. Hal tersebut dapat membuat hubungan yang baik antara Indonesia dan Inggris menjadi lebih baik lagi. Demikian diungkapkan Dubes Inggris untuk Indonesia H.E. Mr. Moazzam Malik saat bertemu dengan Menhan Ryamizard Ryacudu di kantor Kemhan Jakarta, Senin (30/3).
 Lebih lanjut dikatakan Dubes Inggris bahwa hubungan yang terjalin saat ini dapat dilihat melalui kerjasama yang telah dibangun antara tentara Inggris dengan TNI AD dan TNI AL. Berdasarkan pengamatannya selama lima bulan bertugas di Indonesia, Dubes Inggris melihat bahwa hubungan antara Inggris dan Indonesia saat ini menuju kearah yang lebih baik.
 Dikatakannya bahwa masa depan Inggris sangat terkait dengan negara-negara besar seperti Indonesia. Dubes Inggris menyampaikan harapannya kepada Menhan untuk dapat melakukan kerjasama di bidang kemaritiman, terlebih Indonesia saat ini sedang memfokuskan pada bidang kemaritiman. Untuk itu melalui kedatangannya kepada Menhan kali ini diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan kedua negara di masa depan.
Tidak hanya itu disampaikan Dubes Inggris bahwa pihaknya bersedia untuk melakukan kerjasama di bidang cyber security dengan harapan Menhan RI dapat menjadi koordinator di bidang cyber security ini.
Sejalan dengan Dubes Inggris, Menhan menyampaikan pandangannya yang sama dengan Dubes Inggris bahwa Indonesia banyak belajar dari Inggris dalam segala bidang khususnya bidang kelautan.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga menyampaikan bahwa saat ini konsep pertahanan Indoensia leb ihm enitikberatkan pada perdamaian. Untuk itu Kemhan lebih memfokuskan pada perdamaian. Segala bentuk perselisihan haruslah diselesaikan secara damai, bukan diselesaikan secara kekerasan.
Menurut Menhan seperti disampaikan dalam pertemuan Menteri-menteri Pertahanan ASEAN ke-9 atau ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) yang baru saja berlangsung di Langkawi, Malaysia, tanggal 15-17 Maret 2015, bahwa ancaman yang dihadapi Negara-negara ASEAN adalah sama yaitu ancaman teroris. Selanjutnya disusul ancaman bencana, wabah penyakit seperti Ebola, cyber, pelanggaran wilayah perbatasan dan narkoba. Menhan mengatakan bahwa semua itu merupakan hakekat pertahanan Indonesia saat ini, karena ancaman-ancaman tersebut dapat mengganggu pertahanan secara umum.







Sumber : DMC Kemhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar