Kamis, 12 Februari 2015

Bali Nine Segera Dieksekusi, Menlu Bishop: RI yang Akan Rugi

Bali Nine Segera Dieksekusi, Menlu Bishop: RI yang Akan Rugi

Jakarta (MI) : Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, pada pagi tadi membacakan sebuah pidato di hadapan parlemen di Canberra yang berisi permohonan, agar Pemerintah Indonesia menghindarkan dua anggota Bali Nine dari eksekusi mati.
Menurut Bishop, justru Indonesia yang akan rugi jika menghukum mati Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Dilansir dari harian Sydney Morning Herald (SMH), Kamis 12 Februari 2015, Bishop memaparkan bahwa selama satu dekade dibui di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Bali, baik Chan dan Sukumaran telah menjadi orang yang berbeda.

"Mereka benar-benar berkomitmen menempuh sebuah jalan yang baru. Kedua pria itu telah membayar utangnya ke masyarakat dengan penuh dedikasi dan komitmen. Mereka telah membuktikan untuk meningkatkan dan memperkaya hidup sesama rekan napi," ujar Bishop.

Chan telah menyelesaikan gelar sarjana di bidang teologi selama di dalam penjara. Kini, lanjut Bishop, sebagai seorang pastor, Chan membantu untuk memberikan konseling dan panduan agama bagi sesama napi.

"Di hari dia seharusnya menerima surat penolakan grasi dari Presiden, pengacara Chan Julian MacMahon mengatakan dia tidak bisa ditemukan. Ternyata, dia sedang keluar dari selnya untuk menenangkan rekannya sesama napi yang tengah sakit keras," kata Bishop.

Sementara itu, Sukumaran yang disebut oleh sesama napi sebagai "raksasa lembut" hampir menyelesaikan gelar sarjana seni di lapas. Dia memiliki kesempatan untuk menjadi seniman sepenuhnya.

"Bakatnya ditemukan dan dibimbing oleh mentornya, seniman Ben Quilty," tambah Bishop.

Selama di dalam penjara, kedua napi itu, lanjut Bishop, meminta izin kepada kepala lapas dan memulai sebuah kursus bagi rekan sesama napi, serta menyiapkan agar mereka bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat, setelah keluar. Sikap dan pengabdian kedua napi itu telah diakui oleh sesama rekan napi.

"Maka, rekan mereka di penjara ikut berpartisipasi menawarkan dukungan. Bahkan, siap menawarkan diri untuk dieksekusi," kata dia.


Selain itu, menurut laporan BBC, otoritas di Australia mengancam jika Chan dan Sukumaran akhirnya dieksekusi. Pemerintah di Canberra, akan ikut menarik Duta Besar mereka yang baru tiba di Jakarta.
Menurut informasi yang diperoleh VIVA.co.id, Kedubes Australia di Jakarta masih dipimpin oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI), David Engel.

Dubes baru mereka, Paul Grigson, sudah berada di Jakarta, namun belum menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo.

Bishop menegaskan, upaya lobi telah dilakukan Australia sejak lima Perdana Menteri yang berbeda. Bahkan, sejak 7 Januari lalu, 11 representasi tertulis telah dibentuk oleh Pemerintah Australia.

"Surat dari 100 anggota parlemen juga telah dikirimkan kepada Duta Besar Indonesia di Canberra untuk menyampaikan posisi mereka," ujar Bishop.

Namun, Pemerintah Indonesia tetap merespons lobi Australia untuk tetap bertindak tegas terhadap pelaku tindak kejahatan narkoba.












Sumber :  VIVA

18 komentar:

  1. sendikat bali nine harus segera di eskusi di hukum mati ...yg rugi australia kalau sampai memutus hubungan dengan jakarta , selama ini kerja sama perdagagan politec dengan australia hanya bikin buntung indonesia .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menlu australia jULIAN bISOB benar2 mentri yg sangat GUOBLOK dan bego, masak hanya mengeksekusi penjahat narkoba di bilang indonesia rugi, itu kalau ndak bena2 guoblok ndak mungkin bicara seperti itu, emang nya australia itu siapa ? ha.

      Hapus
  2. Kenapa harus takut dengan aussie??
    Kejahatan paling mengerikan dari pembunuhan berencana adalah pengedaran narkoba. Apalagi pelaku dari luar negeri dan dibela matimatian,tentu sangat janggal.

    BalasHapus
  3. Udah putus hub dengan ausi gak jadi maslh berarti bagi indonesia, tutup ALKI untuk setiap kapal ausi yg lewat jagnan beri ijin...Ntar mereka yg rugi jg.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju australia yang rugi beruntun,,,

      Hapus
    2. benar bung ausie yang rugi bukan kita

      Hapus
  4. Hukum hrs tegas dan tegak..!!
    Itu akn mnjadi cermin muka RI bagi negara lain agar tdk se'enkny disini..

    BalasHapus
  5. Klo sampe pemerintah indonesia sampai takut sama australia... suruh aja pake daster semua.....

    BalasHapus
  6. Masyarakat australia setuju jika dibunuh pengedar tuh,, pemerintah nya saja berusaha menakuti indonesia berkoar koar dalam ketiak Kingdom n AS,,asuei juga rugi beruntun jika putus dengan indonesia,,,,

    BalasHapus
  7. ini benar2 sebuah ujian bagi konsistensi pemerintahan jokowi-jk dalam menjalankan dan menegakkan sebuah aturan hukum.

    BalasHapus
  8. Hukuman untuk negara asing harus lebih tegas dan lebih berat apalagi terpidana Narkoba, sebaiknya eskusi mati harus cepat dilaksanakan, australia gembar-gembor karena Indonesia dan pemerintahannya lembek dan penakut. Karena negeri ini rapuh dalam segala hal dan dianggap enteng sama negara lain.

    BalasHapus
  9. Hukum.harus tegak di NKRI.. Jika Aushit boikot silahkan.. Tapi mereka Harus Memutar NKRI tidak boleh lewat ALKI lagi.. mampuss Lho Negeri Usus Buntu

    BalasHapus
  10. Undang" hrus d tgakkan
    Jngan tkut sama gertak sambal...

    BalasHapus
  11. Sesungguhnya masyarakat Ostrali adalah masyarakat mempunyai pola pikir sederhana dan cenderung tidak pintar ( un Smart thinking ) ,ketika Tim - Tim belum lepas.. mereka dimanfaatkan oleh kampanye 25 juta dollar dana dari portugal untuk membentuk Opini dan pola pikir warga Ostrali seakan indonesia merupakan ancaman potenisal yg datang dari utara .. padahal indonesia dlm posisi sangat lemah di masa itu dan mereka tidak sadar bahwa ada Amerika yg selalu mem Back Up pertahanan ostrali dengan perangkat arsenal Nuclearnya.. kini terjadi lagi.. masyarakat di cuci otaknya dengan opini hukuman mati adalah tindakan pelanggaran HAM.. mereka tidak sadar bahwa bahaya apa yg mengancam dengan 8,2 Kg Heroin.. coba bayangkan "untuk membuat Fly atau teler seorang pengguna cukup 0,5 mg heroin" ini 8,5 kg.. atau sama dengan 8.200.000 mg heroin jadi bisa bikin teler sekaligus 16.400.000 orang secara bersamaan.. atau tepatnya lebih dari separoh penduduk Ostrali teler bareng.. klo Untuk Over Dosis cukup kurang lebih 5 mg.. jadi dg 8,2 kg heroin cukup untuk membuat Over Dosis kurang lebih 1 juta orang .. angka yang vantastis.. dan cukup bagus dipakai untuk mortalitas warga australia.. yg lagi dipusingkan terhadap memburuknya perekonomian..mereka... Harusnya klo warga Ostrali yang pintar sdh seharusnya berterima kasih terhadap pemerintah Indonesia... toh Heroin tersebut akan di selundupkan ke Ostrali...????

    BalasHapus