Minggu, 01 Februari 2015

Usai sikat perompak, kapal perang Iran merapat di Jakarta

Jakarta (MI) : Republik Islam Iran mengirim dua kapal dari satuan ke-33 Angkatan Laut (IRIN) ke perairan Indonesia. Dua unit tersebut telah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta Utara.
Satu kapal tempur perusak jenis corvette dengan nama Shahid Qandi. Unit ini memiliki kemampuan patroli dibekali misil anti-kapal jenis C-802, torpedo 2X324 mm, serta meriam laut 1X78 mm.
Sedangkan satu kapal lainnya adalah pengangkut logistik dari Pangkalan Bandar Abbas. Keduanya sempat terlibat operasi militer menangkal bajak laut.
"Selama perjalanan, kedua kapal juga melakukan operasi tempur terhadap pembajak laut," tulis Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia dalam keterangan pers diterima merdeka.com, Jumat (28/2).
Pertempuran itu terjadi pada awal bulan ini di Teluk Aden. Dilaporkan oleh Press TV, kedua kapal terlibat pembebasan kapal tanker yang sempat dikuasai empat perahu pembajak, 75 nautikal mil dari pantai Kota Mukalla, Yaman.
Selesai dengan operasi tersebut, kedua kapal berpisah dari rombongan melanjutkan perjalanan ke India, Sri Lanka, lalu berujung di Tanjung Priok, Jakarta.
Negeri Para Mullah mengirim dua kapal ini untuk lawatan kehormatan. Terakhir kali Angkatan Laut Iran berkunjung ke perairan Indonesia pada akhir 1980-an.
Republik yang kini dikuasai ulama Syiah ini menganggap Indonesia sebagai negara sahabat.
"Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi saling kunjung antara pejabat militer kedua negara. Salah satunya yaitu kunjungan Kepala Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Habibullah Sayyari tahun 2013 lalu ke Indonesia," tulis diplomat Iran.
Dengan kedatangan kapal ini, diharapkan TNI AL bisa mengirim armada untuk kunjungan balasan ke Iran. Selain itu, pertemuan dengan petinggi TNI digelar untuk saling berbagi pengalaman terkait mengatasi pembajakan.
Kedutaan Iran menegaskan keberadaan dua kapal mereka berfungsi ganda sekaligus mengamankan perairan di jalur yang dilalui dari ancaman nyata, termasuk perompak.
"Mereka juga menjaga keamanan kapal-kapal komersial Iran dan negara-negara lain yang sering hadir di perairan internasional," tulis keterangan tersebut.







Sumber : Merdeka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar