Monday, October 19, 2026

Helikopter Skadron Udara 8 TNI AU Latihan Touch and Go di KRI Sriwijaya-100

 


JAKARTA (MI) : TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus meningkatkan kemampuan operasi helikopter di atas kapal perang melalui latihan touch and go yang dilaksanakan di KRI Sriwijaya-100 milik TNI Angkatan Laut (TNI AL). Latihan tersebut berlangsung di Perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat interoperabilitas antarmatra TNI, terutama dalam mendukung operasi gabungan yang melibatkan unsur udara dan laut. Melalui latihan tersebut, penerbang helikopter diasah agar mampu melaksanakan manuver secara aman dan terukur di atas platform kapal perang.

Kemampuan ini memiliki nilai strategis bagi TNI karena dapat mendukung berbagai kebutuhan operasi, mulai dari mobilisasi personel, pengamatan wilayah, hingga pelaksanaan misi tertentu yang memerlukan koordinasi antara unsur udara dan laut.

Asah Kemampuan Operasi Helikopter di Kapal Perang



Latihan touch and go merupakan salah satu materi penting dalam pengembangan kemampuan penerbang untuk mengoperasikan helikopter di atas kapal perang. Dalam latihan ini, helikopter melakukan pendekatan dan menyentuhkan roda atau bagian pendaratannya ke permukaan geladak, kemudian kembali lepas landas tanpa berhenti lama.

Pelaksanaan latihan di atas kapal memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan operasi di landasan darat. Penerbang harus memperhitungkan kondisi geladak, pergerakan kapal, arah dan kecepatan angin, serta faktor keselamatan selama proses pendekatan dan manuver.



Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika helikopter harus beroperasi dalam lingkungan maritim dengan kondisi cuaca dan perairan yang dapat berubah.

Pengembangan kemampuan operasi helikopter di atas kapal perang sebenarnya telah dilakukan oleh penerbang TNI AU dan TNI Angkatan Darat (TNI AD), termasuk sebelum KRI Sriwijaya-100 bergabung dengan jajaran TNI AL.

Dengan demikian, latihan ini merupakan bagian dari kesinambungan pembinaan kemampuan penerbang sekaligus pemanfaatan platform kapal perang untuk meningkatkan kesiapan operasi lintas matra.

Lima Materi Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Penerbang






Dalam kegiatan tersebut, para penerbang menjalani sejumlah tahapan latihan yang dirancang untuk mengasah keterampilan pengamatan, pendekatan, pendaratan, dan lepas landas helikopter di atas kapal perang.

Materi latihan meliputi:

  • High reconnaissance, yaitu pengamatan dari ketinggian untuk mengenali situasi dan kondisi area operasi.

  • Low reconnaissance, yakni pengamatan pada ketinggian rendah guna memperoleh gambaran lebih terperinci mengenai area yang dituju.

  • Dummy approach, berupa latihan pendekatan menuju kapal tanpa harus dilanjutkan dengan pendaratan penuh.

  • Touch and go, yaitu manuver menyentuhkan helikopter ke geladak kapal sebelum kembali lepas landas.

  • Full stop, yakni pendaratan penuh dengan helikopter berhenti di atas geladak kapal.

Rangkaian latihan tersebut membantu penerbang membangun ketepatan dalam menentukan jalur pendekatan, mengendalikan helikopter, serta menyesuaikan manuver dengan karakteristik platform kapal perang.

Penguasaan setiap tahapan juga menjadi bagian penting dalam membangun prosedur operasi yang aman dan terkoordinasi antara penerbang, awak kapal, serta personel pendukung di geladak.

Perkuat Sinergi TNI AU dan TNI AL



Latihan di KRI Sriwijaya-100 menunjukkan pentingnya kerja sama antara TNI AU dan TNI AL dalam mengembangkan kemampuan operasi udara dari laut.

Integrasi kedua matra memungkinkan helikopter dimanfaatkan sebagai unsur pendukung bagi kapal perang dalam berbagai skenario operasi. Dalam pelaksanaannya, kemampuan tersebut memerlukan koordinasi yang baik, komunikasi yang efektif, serta pemahaman terhadap prosedur keselamatan penerbangan dan operasi kapal.



KRI Sriwijaya-100 menjadi platform untuk melaksanakan latihan tersebut di wilayah perairan, sekaligus mendukung pengembangan kemampuan personel dalam menghadapi kebutuhan operasi maritim.

Ke depan, peningkatan interoperabilitas antarmatra diharapkan dapat memperkuat kesiapan TNI dalam menjalankan berbagai tugas pertahanan negara, terutama operasi yang membutuhkan keterpaduan kekuatan udara dan laut.

Melalui latihan berkelanjutan, TNI berupaya meningkatkan profesionalisme prajurit, mengasah keterampilan teknis penerbang, serta memastikan setiap unsur memiliki kemampuan untuk bekerja secara terpadu dalam mendukung pelaksanaan operasi bersama.

No comments:

Post a Comment