BANDUNG (MI) : Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono meminta Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman perang modern melalui penguasaan teknologi, peningkatan kesiapan tempur, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.
Arahan tersebut disampaikan saat memimpin upacara HUT ke-79 Korpasgat di Markas Komando Korpasgat, Lanud Sulaiman, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Korpasgat AMPUH Lahir untuk Mengabdi, Siap Bertempur, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Tonny menyoroti perkembangan ancaman yang semakin kompleks, mulai dari penggunaan drone, sistem antidrone, peperangan siber, peperangan elektronika, hingga taktik hibrida. Kondisi tersebut menuntut prajurit Korpasgat memiliki literasi teknologi, inovasi, dan kemampuan taktis yang tinggi.
Selain itu, KSAU menekankan percepatan kesiapan operasional seluruh satuan tanpa mengurangi standar kesiapan tempur. Pertumbuhan organisasi dan penambahan personel harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi serta latihan yang keras dan realistis.
![]() |
| Drone Kamikaze AKM KI-50 KOPASGAT |
Korpasgat juga dituntut mampu menjalankan tugas yang semakin luas, mulai dari operasi darat dan teritorial, pertahanan udara, hingga penindakan awal di titik-titik krisis.
Tonny turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas, soliditas, jiwa korsa, dan militansi tempur. Baret Jingga sebagai identitas Korpasgat harus menjadi simbol profesionalisme dan kesiapan prajurit dalam melaksanakan setiap penugasan.
Peringatan HUT ke-79 ini menjadi momentum bagi Korpasgat untuk memperkuat kemampuan tempur, meningkatkan kualitas personel, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika ancaman pertahanan modern.


No comments:
Post a Comment