Wednesday, September 23, 2026

PTDI Raih Kontrak Pemeliharaan CN235-100 Milik Papua Nugini

 


JAKARTA (MI) : PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI kembali memperluas kerja sama pemeliharaan pesawat dengan negara lain. Pada Rabu, 23 September 2026, PTDI menyepakati kontrak pemeliharaan satu unit pesawat CN235-100 milik Papua New Guinea Defence Force (PNGDF).

Kontrak tersebut mencakup sejumlah pekerjaan pemeliharaan, termasuk C-Check Inspection, untuk memastikan pesawat tetap dalam kondisi layak dan siap mendukung operasional Angkatan Pertahanan Papua Nugini.

Pesawat CN235-100 tersebut sebelumnya mengalami grounded sejak 2015. Setelah menjalani proses pemeliharaan yang dilakukan tim PTDI, termasuk maintenance flight, pesawat akhirnya kembali mengudara pada akhir 2025.



Kontrak terbaru ini menjadi kelanjutan dukungan teknis PTDI terhadap pesawat yang dioperasikan PNGDF sekaligus memperkuat kerja sama pemeliharaan antara Indonesia dan Papua Nugini di sektor industri dirgantara.

Pesawat CN235-100 milik PNGDF itu diperoleh dari Airbus Defence & Space pada 1992. Melalui kerja sama ini, PTDI mulai membangun dukungan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) untuk pesawat tersebut.

Berpeluang Berlanjut Tiga Tahun



PTDI juga melihat peluang untuk mengembangkan kerja sama tersebut melalui program sustainment atau paket MRO selama tiga tahun. Tidak hanya satu unit, dukungan pemeliharaan juga berpotensi diperluas ke unit CN235-100 lainnya yang dioperasikan PNGDF.

Kerja sama ini menjadi peluang bagi PTDI untuk memperluas layanan MRO pesawat CN235 di kawasan sekaligus memperkuat hubungan industri pertahanan dan dirgantara antara Indonesia dan Papua Nugini.

Bagi PTDI, dukungan terhadap CN235-100 PNGDF merupakan bagian dari upaya memperluas kemampuan layanan pemeliharaan pesawat dan membangun kerja sama industri dirgantara yang berkelanjutan dengan negara mitra.

No comments:

Post a Comment