JAKARTA (MI) : PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI terus meningkatkan produksi pesawat N219 berkapasitas 19 penumpang. Pesawat buatan Indonesia ini dirancang untuk melayani rute-rute perintis, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.
VP Business Development & Marketing PTDI, Heber M. F. Panjaitan, mengatakan N219 memiliki konsep dual use, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan sipil maupun militer.
Menurutnya, potensi pasar N219 untuk kebutuhan komersial mencapai lebih dari 150 unit. Selain itu, terdapat penugasan pemerintah sebanyak 30 unit untuk memenuhi kebutuhan kementerian dan lembaga.
Sudah Ada Kontrak 13 Unit
Pada 2026, PTDI telah memiliki kontrak untuk 13 unit N219, terdiri dari enam unit untuk TNI Angkatan Darat, empat unit untuk Mitra Aviasi Perkasa, dan tiga unit untuk PT BIBU Agro Maritim.
Selain pesanan tersebut, terdapat tiga unit N219 yang telah memasuki tahap Perjanjian Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) dari Kementerian Pertahanan.
PTDI memperkirakan harga N219 berada di kisaran US$9 juta hingga US$10 juta per unit untuk konfigurasi dasar. Harga tersebut dapat meningkat apabila pelanggan meminta modifikasi atau konfigurasi khusus.
Kapasitas Produksi PTDI Terus Ditambah
PTDI menargetkan kapasitas produksi perusahaan pada 2026 mencapai 28 unit, yang terdiri dari enam NC212i, empat CN235, dua N219, dan 16 helikopter.
Khusus N219, kapasitas produksi direncanakan meningkat secara bertahap dari enam unit menjadi 12 unit per tahun.
PTDI juga membidik pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin.
N219 Dipamerkan di TNI Fair 2026
Pesawat N219 turut dipamerkan dalam TNI Fair 2026 yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 19–20 September 2026.
Dalam pameran tersebut, PTDI menampilkan berbagai produk dan kemampuan industri kedirgantaraan nasional, termasuk pesawat, teknologi pertahanan, drone, serta kerja sama dengan sejumlah mitra internasional.
PTDI juga terus memperkuat kemampuan pemeliharaan dan perawatan mesin pesawat melalui anak usahanya, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP).
Pengembangan N219 menjadi salah satu langkah PTDI untuk memperluas pasar pesawat produksi dalam negeri sekaligus meningkatkan kapasitas industri kedirgantaraan Indonesia.

.jpg)
No comments:
Post a Comment