Sunday, September 20, 2026

TNI Siapkan Lima Kodam Baru, Bakal Diresmikan pada HUT ke-81 TNI


JAKARTA (MI) : Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menambah lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru dalam rangka penataan organisasi dan penguatan komando kewilayahan.

Lima Kodam tersebut direncanakan akan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas saat ditemui di kawasan Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Ketika ditanya mengenai rencana peresmian lima Kodam baru pada peringatan HUT ke-81 TNI, Muhammad Nas membenarkan bahwa rencana tersebut sedang disiapkan.

“Rencananya demikian,” kata Muhammad Nas.

Meski demikian, Kapuspen TNI menyampaikan bahwa informasi lebih lengkap mengenai pembentukan dan peresmian lima Kodam baru tersebut akan disampaikan lebih lanjut.

Lima Wilayah yang Akan Memiliki Kodam Baru

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kemudian mengungkapkan wilayah yang akan menjadi lokasi pembentukan lima Kodam baru.

Kelima wilayah tersebut adalah:

  1. Papua Tengah
  2. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
  3. Nusa Tenggara Timur (NTT)
  4. Maluku Utara
  5. Kepulauan Riau (Kepri)

Maruli menyampaikan informasi tersebut saat ditemui di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu sore.

“Nanti ada lima yang baru di Flores, Jogja, Malut, dengan satu lagi apa? NTT. NTT, Malut, Jogja, Kepulauan Riau,” ujar Maruli.

Dengan pembentukan tersebut, struktur komando kewilayahan TNI AD akan mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan organisasi dan karakteristik wilayah.

Bagian dari Penataan Organisasi TNI AD

Menurut Maruli, pembentukan Kodam baru merupakan bagian dari penataan organisasi TNI Angkatan Darat.

Kodam sendiri merupakan komando kewilayahan yang memiliki cakupan wilayah tertentu dan dipimpin oleh seorang Panglima Kodam atau Pangdam.

“Untuk yang Kodam, semua Kodam itu tugas utamanya adalah teritorial. Penugasannya berbeda,” kata Maruli.

Fungsi teritorial tersebut berkaitan dengan pembinaan wilayah serta hubungan TNI dengan berbagai unsur di daerah.

Melalui struktur kewilayahan, TNI AD memiliki perangkat komando yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sehingga koordinasi dengan satuan di bawahnya dapat dilakukan secara berjenjang.

Kodam Memiliki Peran Penting dalam Pertahanan Wilayah

Pembentukan Kodam baru tidak hanya berkaitan dengan penambahan struktur organisasi.

Dalam penjelasannya, Maruli menyebut bahwa Kodam mempunyai peran penting dalam pelaksanaan tugas teritorial. Dalam situasi normal, tugas tersebut berkaitan dengan pembinaan teritorial dan kesiapan wilayah pertahanan.

Sementara dalam kondisi darurat perang, fungsi Kodam dapat berkembang menjadi bagian dari sistem pertahanan yang lebih luas.

Maruli menjelaskan bahwa dalam kondisi perang, Kodam dapat memimpin perlawanan di wilayahnya melalui konsep perlawanan rakyat semesta.

“Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta, nanti di bawah Kodam nantinya,” ujarnya.

Konsep tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang melibatkan berbagai komponen sesuai dengan ketentuan pertahanan nasional.

Papua Tengah Jadi Salah Satu Wilayah yang Mendapat Kodam Baru

Papua Tengah menjadi salah satu wilayah yang disebut dalam rencana pembentukan Kodam baru.

Penguatan struktur dan infrastruktur pertahanan di Papua juga telah menjadi bagian dari kegiatan TNI sepanjang 2026.

Pada Juli 2026, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan meninjau sejumlah fasilitas di Papua Tengah, termasuk pusat komando dan administrasi di Yonif 754/ENK Timika serta fasilitas di wilayah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.

Sementara itu, jajaran TNI juga menjalankan berbagai kegiatan teritorial dan keamanan di Papua Tengah. Salah satunya dukungan terhadap penertiban aktivitas pertambangan ilegal melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Rencana pembentukan Kodam baru di Papua Tengah nantinya akan menjadi bagian dari penataan struktur komando TNI AD di wilayah Papua.

Bagaimana dengan DIY, NTT, Maluku Utara dan Kepri?

Selain Papua Tengah, empat wilayah lain yang masuk dalam rencana pembentukan Kodam baru adalah DIY, NTT, Maluku Utara dan Kepulauan Riau.

Keberadaan Kodam di wilayah tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat struktur komando kewilayahan sekaligus menyesuaikan organisasi TNI AD dengan kebutuhan pertahanan masing-masing daerah.

Setiap wilayah memiliki karakteristik geografis dan tantangan yang berbeda. Kepulauan Riau, misalnya, memiliki posisi strategis karena berada di kawasan perbatasan dan dekat dengan jalur pelayaran internasional.

Sementara NTT merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan dengan sejumlah negara dan memiliki karakter geografis yang berbeda dengan wilayah Indonesia lainnya.

Maluku Utara juga merupakan wilayah kepulauan dengan posisi strategis di kawasan timur Indonesia. Adapun DIY memiliki karakteristik berbeda sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk dan aktivitas sosial-ekonomi yang tinggi.

Pembentukan Kodam baru nantinya akan disertai dengan penataan satuan, personel, fasilitas, serta rantai komando di wilayah masing-masing.

Menunggu Peresmian pada HUT ke-81 TNI

Jika rencana tersebut terealisasi sesuai jadwal, lima Kodam baru akan diresmikan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-81 TNI.

Namun, hingga saat ini rincian mengenai nama resmi masing-masing Kodam, struktur satuan di bawahnya, lokasi markas komando, serta pejabat yang akan memimpin Kodam baru masih menunggu informasi resmi dari TNI.

Karena itu, perkembangan mengenai pembentukan lima Kodam tersebut masih perlu menunggu pengumuman dan keputusan resmi selanjutnya.

Penambahan Kodam dan Perubahan Struktur TNI

Rencana penambahan lima Kodam menunjukkan adanya perubahan dalam struktur organisasi TNI AD untuk menyesuaikan kebutuhan pertahanan nasional.

Dengan adanya Kodam baru, wilayah komando dapat dibagi dan dikelola melalui struktur kewilayahan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Selain aspek pertahanan, Kodam juga memiliki fungsi teritorial yang berkaitan dengan pembinaan wilayah dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta komponen masyarakat.

Bagi masyarakat di lima wilayah yang masuk dalam rencana tersebut, pembentukan Kodam baru juga akan menjadi perkembangan penting dalam struktur organisasi pertahanan di daerah mereka.

Lima Kodam baru yang direncanakan meliputi Papua Tengah, DIY, NTT, Maluku Utara dan Kepulauan Riau. Jika sesuai rencana, seluruhnya akan diresmikan pada 5 Oktober 2026 dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

No comments:

Post a Comment