Sunday, September 20, 2026

Deretan Alutsista Terbaru TNI Dipamerkan ke Masyarakat

 


JAKARTA (MI) : Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, berubah menjadi arena pameran pertahanan pada Sabtu-Minggu, 19–20 September 2026. Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar TNI Fair 2026 sebagai salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.

Masyarakat dari berbagai daerah berkesempatan melihat dari dekat berbagai alat utama sistem senjata (alutsista), kendaraan militer, perlengkapan prajurit, hingga teknologi pertahanan yang dimiliki TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperlihatkan kekuatan alutsista TNI, tetapi juga menjadi sarana interaksi antara prajurit dengan masyarakat.

Kementerian Pertahanan menyebut TNI Fair 2026 dapat dihadiri masyarakat secara gratis. Selain pameran alutsista, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan seperti atraksi prajurit, simulator virtual reality (VR), informasi pendaftaran TNI, panggung hiburan, serta kegiatan sosial.

Tank, Helikopter hingga Sistem Rudal Dipamerkan



Di area TNI AD, masyarakat dapat melihat berbagai kendaraan tempur dan perlengkapan militer dari sejumlah satuan.

Beberapa alutsista yang menjadi perhatian pengunjung antara lain Tank Leopard 2 RI, Ranpur Badak 6x6, Meriam Caesar 155 mm, Astros II MK-6, serta sistem peluncur rudal jarak pendek Multi-Mission System yang menggunakan platform Vamtac.

TNI AD juga menampilkan helikopter Bolkow BO-105 dan AS550 C3. Sejumlah alutsista bahkan dapat didekati dan dinaiki pengunjung dengan pendampingan prajurit.

TNI AD menghadirkan 22 stan yang berasal dari berbagai satuan, termasuk satuan tempur, bantuan tempur, hingga satuan pendukung.

Navy Fair Hadirkan Alutsista TNI AL

TNI AL juga ambil bagian melalui Navy Fair 2026. Pameran digelar di kawasan Silang Monas dengan area indoor dan outdoor.

Pengunjung dapat melihat sejumlah kendaraan tempur, kendaraan taktis atau rantis, Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), serta perlengkapan pendukung seperti dapur lapangan.

Selain melihat alutsista, masyarakat juga mendapat kesempatan berinteraksi dengan prajurit dan mengabadikan momen di sejumlah peralatan yang dipamerkan.


Modernisasi Alutsista TNI Terus Berjalan

TNI Fair 2026 berlangsung di tengah proses modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah alutsista baru mulai memperkuat tiga matra TNI. Pengadaan tersebut mencakup kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, drone, radar dan berbagai sistem pendukung lainnya.

Berikut sejumlah alutsista yang tiba atau diserahkan kepada Indonesia sejak akhir 2024 hingga September 2026:

NoAlutsistaJumlahWaktu Kedatangan/Penyerahan
1KRI Hampala-880 dan KRI Lumba-Lumba-8812 kapalDesember 2024
2KRI Bung Hatta-3701 kapalApril 2025
3KRI Brawijaya-3201 kapalSeptember 2025
4Drone ANKA-SSedikitnya1 unitSeptember 2025
5KRI Belati-6221 kapalOktober 2025
6Airbus A400M Atlas2 unitNovember 2025 dan Maret 2026
7NC212i2 unitDesember 2025 dan Juli 2026
8Dassault Rafale F46 unitJanuari dan Mei 2026
9T-50i Golden Eagle6 unitFebruari–Juni 2026
10KRI Prabu Siliwangi-3211 kapalMaret 2026
11Dassault Falcon 8X4 unitMei 2026
12Radar GCI GM4032 unitMei 2026
13KRI Canopus-9361 kapalMei 2026
14ITS Giuseppe Garibaldi1 kapalSeptember 2026

Salah satu penerimaan penting pada 2026 adalah enam jet tempur Dassault Rafale, empat Dassault Falcon 8X, satu Airbus A400M Atlas, serta radar GCI GM403 yang diterima dalam rangkaian acara di Lanud Halim Perdanakusuma pada Mei 2026.

Sementara itu, KRI Brawijaya-320 tiba di Indonesia pada 8 September 2025 setelah melakukan pelayaran dari Italia. Kapal tersebut merupakan frigate jenis Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) yang memiliki kemampuan peperangan multi-dimensi.

Dua Kapal Patroli Buatan Dalam Negeri

Modernisasi juga terlihat dari bertambahnya kapal perang produksi industri pertahanan dalam negeri.

Pada Desember 2024, TNI AL meresmikan KRI Hampala-880 dan KRI Lumba-Lumba-881, dua kapal patroli cepat PC 60 meter buatan PT Caputra Mitra Sejati.

Kedua kapal tersebut memiliki panjang sekitar 61,2 meter, lebar 8,5 meter dan mampu mencapai kecepatan maksimum 24 knot. Persenjataannya mencakup meriam 40 mm serta dua senjata kaliber 12,7 mm. Kapal tersebut juga dapat digunakan untuk patroli keamanan laut, operasi militer, infiltrasi, eksfiltrasi dan misi pencarian serta pertolongan (SAR).

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi Perhatian

Salah satu alutsista yang paling menarik perhatian dalam perkembangan kekuatan TNI AL pada September 2026 adalah kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi.

Kapal tersebut telah tiba di Indonesia dan bersandar di Tanjung Priok. Kapal yang sebelumnya memperkuat Angkatan Laut Italia itu akan menjadi bagian dari kekuatan TNI AL setelah proses serah terima.

Menurut keterangan KSAL pada 18 September 2026, kapal tersebut akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah proses serah terima yang dijadwalkan pada 24 September 2026.

Kehadiran kapal ini menjadi salah satu perkembangan besar dalam modernisasi armada laut Indonesia. Selain untuk mendukung operasi maritim, kapal tersebut juga disebut memiliki potensi untuk mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

TNI Fair Jadi Ruang Interaksi TNI dan Masyarakat

TNI Fair 2026 menunjukkan bahwa pameran pertahanan tidak hanya mengenai kendaraan tempur dan persenjataan.

Masyarakat dapat mengenal lebih dekat tugas prajurit, teknologi pertahanan, industri pertahanan nasional, serta berbagai satuan yang berada di lingkungan TNI.

Kementerian Pertahanan juga menampilkan produk industri pertahanan dalam negeri dari sejumlah perusahaan seperti PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, PT Dahana dan PT Len Industri.

Dengan adanya pameran seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung perkembangan teknologi dan perlengkapan yang digunakan dalam mendukung tugas pertahanan Indonesia.

TNI Fair 2026 di Monas menjadi salah satu agenda penting menjelang puncak peringatan HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026, sekaligus memperlihatkan sejumlah perkembangan terbaru dalam modernisasi alutsista Indonesia.

No comments:

Post a Comment