Menurut Muhammad Ali, kemampuan tersebut memungkinkan kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi dioperasikan dengan pesawat seperti Sea Harrier maupun F-35B. Namun, rencana pengadaan pesawat tempur tersebut tetap akan bergantung pada kemampuan anggaran pertahanan Indonesia.
Untuk tahap awal, KRI Sriwijaya-100 akan lebih banyak digunakan dalam operasi militer selain perang (OMSP). Karena itu, helikopter menjadi salah satu alutsista yang diprioritaskan untuk dioperasikan dari kapal tersebut.
KSAL menyebutkan bahwa berbagai jenis helikopter TNI, baik milik TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat maupun TNI Angkatan Udara, dapat melakukan lepas landas dan pendaratan dari geladak KRI Sriwijaya-100.
Sebelum diserahkan kepada Indonesia, Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk milik Angkatan Laut Italia yang pernah mengoperasikan AV-8B Plus Harrier II, pesawat taktis dengan kemampuan STOVL.

No comments:
Post a Comment