JAKARTA (MI) : Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) kembali menggelar latihan gabungan antiteror bertajuk Sharp Knife 2026. Latihan yang dimulai pada Selasa (27/10/2026) ini berlangsung di Provinsi Guangdong, China selatan, dengan fokus pada penanggulangan terorisme dan operasi penyelamatan di medan pegunungan.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan kerja sama militer Indonesia dan China dalam menghadapi ancaman terorisme. Kementerian Pertahanan Nasional China sebelumnya mengumumkan bahwa latihan tersebut dijadwalkan berlangsung sejak akhir Oktober hingga awal November 2026.
Materi latihan mencakup sejumlah kemampuan khusus, antara lain pendakian gunung, pengoperasian kendaraan khusus, teknik turun cepat dari helikopter menggunakan tali (fast-roping), serangan jarak dekat, serta koordinasi antara sistem berawak dan tanpa awak.
Media China, Global Times, melaporkan bahwa latihan ini juga mencakup skenario penyelamatan sandera di wilayah pegunungan. Operasi semacam ini membutuhkan kemampuan mobilitas personel, koordinasi antarsatuan, serta ketepatan dalam mengambil tindakan di medan yang sulit.
Pertama Kali Digelar Kembali Setelah 14 Tahun
Sharp Knife 2026 menjadi latihan ketiga dalam rangkaian latihan antiteror dengan nama tersebut. Menurut laporan Global Times, penyelenggaraan kali ini merupakan yang pertama setelah jeda selama 14 tahun.
Latihan perdana, Sharp Knife 2011, dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Latihan Kopassus, Batujajar, Jawa Barat, pada 6–19 Juni 2011. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama praktis antara pasukan khusus Indonesia dan militer China.
Setahun kemudian, Sharp Knife II/2012 digelar di Pangkalan Latihan Terpadu Kodam Jinan, Provinsi Shandong, China. Latihan tersebut melibatkan sekitar 90 personel Kopassus.
Kembalinya latihan ini membuka kesempatan bagi kedua militer untuk memperkuat pertukaran pengalaman dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi ancaman terorisme, terutama operasi yang membutuhkan keterampilan khusus di medan ekstrem.
Tingkatkan Kemampuan Operasi Gabungan
Kementerian Pertahanan Nasional China menyatakan bahwa latihan Sharp Knife 2026 bertujuan memperdalam pertukaran praktis dan kerja sama militer kedua negara, sekaligus meningkatkan kemampuan melaksanakan operasi bersama.
Kerja sama antiteror ini juga menjadi bagian dari hubungan pertahanan Indonesia-China yang mencakup berbagai bentuk interaksi militer. Masing-masing kegiatan memiliki karakteristik berbeda, mulai dari latihan pasukan khusus hingga komunikasi dan interaksi antarkapal perang.
Pada Agustus 2026, kapal Angkatan Laut China Honghe dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 milik TNI Angkatan Laut dilaporkan melaksanakan kegiatan pelayaran bersama di perairan timur Taiwan. Kegiatan tersebut disebut sebagai passing exercise, yakni latihan lintas atau pertemuan prosedural antarkapal, bukan latihan tempur.
Melalui Sharp Knife 2026, Indonesia dan China kembali memperluas kerja sama di bidang keamanan, khususnya penanggulangan terorisme. Latihan ini diharapkan menjadi sarana pertukaran keterampilan dan pengalaman untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi ancaman keamanan yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

No comments:
Post a Comment