Tuesday, October 27, 2026

Menhan Sjafrie Tinjau Pembangunan KRI Balaputradewa-322 hingga Kapal Selam Scorpène di PT PAL

 


SURABAYA (MI) : Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi fasilitas PT PAL Indonesia untuk meninjau perkembangan pembangunan kapal perang, wahana pertahanan modern, serta fasilitas produksi kapal selam. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap program pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.

Menhan tiba di Mako Puskopaska Koarmada II menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara sebelum melanjutkan perjalanan menuju PT PAL Indonesia. Setibanya di lokasi, rombongan disambut Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., beserta jajaran direksi.



Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie meninjau Divisi Kapal Permukaan Utara, termasuk Dock Orca yang menjadi lokasi pembangunan KRI Balaputradewa-322. Rombongan juga melihat kapal LD Philippines dan LD Al Maryah untuk mengetahui perkembangan pekerjaan serta kemampuan galangan kapal nasional.



Selanjutnya, Menhan mengunjungi Divisi Kapal Permukaan Selatan guna meninjau sejumlah pengembangan teknologi pertahanan, meliputi KSOT (Kapal Selam Otonomus), KSSR (Kapal Serbu Sangat Ringan), serta wahana kamikaze. Peninjauan ini berkaitan dengan upaya meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam mengembangkan berbagai platform dan teknologi untuk mendukung kebutuhan operasional militer.

Rombongan kemudian meninjau Hanggar Fasilitas Kapal Selam (Faskasel), tempat pembangunan fasilitas kapal selam Scorpène. Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan industri pertahanan Indonesia di bidang teknologi kapal selam dan pertahanan bawah laut.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema, serta sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan dan perwakilan TNI dari ketiga matra.

Melalui peninjauan langsung ini, Kementerian Pertahanan mendorong agar program pembangunan alutsista berjalan sesuai spesifikasi, kebutuhan operasional, dan target yang telah ditetapkan. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan PT PAL Indonesia diharapkan dapat memperkuat modernisasi pertahanan sekaligus meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional.

No comments:

Post a Comment