MAKASSAR (MI) : TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar latihan taktis antarunsur Koarmada II dalam rangka Operasi Rajawali Cakra-26 Tahun 2026 di Perairan Laut Jawa dan Selat Makassar. Latihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit, koordinasi antarkapal, serta kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi berbagai tantangan di laut.
Latihan dipimpin Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya dan melibatkan dua kapal yang berada di bawah kendali operasi Guskamla Koarmada III, yakni KRI Tarakan-905 dan KRI Teluk Banten-516.
KRI Tarakan-905 merupakan unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II, sedangkan KRI Teluk Banten-516 berasal dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada II.
Sejumlah materi latihan dilaksanakan, meliputi replenishment at sea (RAS) atau pembekalan di laut, komunikasi menggunakan isyarat bendera (flaghoist), isyarat lampu (flashex), serta manuver taktis antarkapal.
Pangkoarmada II menegaskan bahwa latihan terencana dan berkesinambungan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan teknis, ketepatan komunikasi, serta koordinasi antarunsur dalam pelaksanaan operasi laut.
Melalui Operasi Rajawali Cakra-26, TNI AL berharap interoperabilitas dan kesiapan material tempur semakin meningkat guna mendukung pengamanan wilayah perairan strategis Indonesia.

No comments:
Post a Comment