BANDUNG (MI) : PT Pindad (Persero) terus memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional melalui pengembangan fasilitas produksi senjata, amunisi, dan bahan baku pendukung. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk mendukung pembentukan batalyon-batalyon baru oleh pemerintah.
Wakil Direktur Utama PT Pindad, Heru Puryanto, mengatakan perusahaan tengah mengembangkan fasilitas produksi amunisi, propelan, serta brass cup atau komponen berbahan logam yang digunakan dalam pembuatan selongsong amunisi.
Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan produksi sekaligus memperkuat kesiapan industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Menurut Heru, bertambahnya kebutuhan perlengkapan militer seiring pembentukan satuan baru menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui peningkatan kapasitas produksi dan penguatan rantai pasok nasional.
Selain senjata dan amunisi, PT Pindad juga mengembangkan produk kendaraan untuk mendukung mobilitas personel dalam pelaksanaan tugas operasional.
Tingkatkan Kandungan Lokal Produk Pertahanan
Selain memperbesar kapasitas produksi, PT Pindad terus berupaya meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) melalui penguatan kerja sama dengan industri pemasok lokal.
Heru menjelaskan bahwa peningkatan kandungan lokal menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor. Dengan dukungan industri dalam negeri, perusahaan diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan pemasok, pendampingan teknis, serta pengawasan terhadap kualitas komponen yang diproduksi oleh mitra industri.
Melalui pendekatan tersebut, PT Pindad berupaya membangun ekosistem industri yang mampu menyediakan berbagai komponen sesuai spesifikasi dan standar kualitas perusahaan.
Heru menyebutkan bahwa sejumlah produk senjata buatan PT Pindad telah memiliki tingkat kandungan lokal lebih dari 60 persen. Capaian ini menunjukkan peran industri dalam negeri dalam mendukung produksi persenjataan nasional.
Peningkatan TKDN juga diharapkan dapat memperkuat daya saing produk PT Pindad di pasar internasional, sekaligus memberikan ruang bagi perusahaan pemasok lokal untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan produksinya.
Perkuat Ekosistem Industri Pertahanan Nasional
Pengembangan fasilitas produksi dan peningkatan TKDN tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan TNI, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional secara menyeluruh.
Semakin banyak industri lokal yang terlibat dalam rantai pasok PT Pindad, semakin besar pula peluang bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan kompetensi tenaga kerja.
Keterlibatan pemasok lokal juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan sektor manufaktur nasional.
Heru menilai, penguatan industri pendukung akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Aktivitas produksi yang meningkat dapat mendorong pertumbuhan usaha pemasok sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
Di sisi lain, kemampuan industri dalam negeri untuk memproduksi komponen secara mandiri menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi alutsista, terutama ketika kebutuhan pertahanan meningka
.jpg)
No comments:
Post a Comment