Tuesday, October 20, 2026

PT PAL Indonesia Bidik Pasar Timur Tengah, Perkuat Kemitraan Industri Pertahanan dengan UEA

 


SURABAYA (MI) : PT PAL Indonesia (Persero) terus berupaya memperluas jangkauan bisnisnya di pasar internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kemitraan strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk membuka peluang kerja sama di sektor industri maritim dan pertahanan.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara manajemen PT PAL Indonesia dan Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Judha Nugraha, di Surabaya. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses pasar baru sekaligus meningkatkan daya saing industri pertahanan Indonesia di tingkat global.

Perdagangan Indonesia–UEA Buka Peluang Kerja Sama Pertahanan

Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, menilai hubungan ekonomi Indonesia dan UEA yang semakin erat memberikan peluang besar bagi pengembangan industri maritim dan pertahanan nasional.

Peluang tersebut semakin terbuka setelah implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Dalam dua tahun penerapannya, perdagangan bilateral kedua negara meningkat sebesar 26 persen, sementara investasi UEA ke Indonesia melonjak hampir 641 persen.

Menurut Judha, perkembangan tersebut menjadi landasan penting untuk memperluas kerja sama ekonomi ke berbagai sektor strategis, termasuk industri perkapalan, teknologi maritim, dan pertahanan.

Ia juga mengapresiasi kemampuan desain dan rekayasa yang dimiliki PT PAL Indonesia. Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu industri galangan kapal nasional yang mampu bersaing di pasar internasional.

Salah satu pengalaman yang dapat menjadi referensi adalah proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah. Pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatan PT PAL dalam pengembangan kapal untuk pasar internasional dan menjadi bekal untuk menjajaki peluang kerja sama berikutnya.

PT PAL Perluas Pasar Produk dan Layanan Maritim

Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, mengatakan bahwa ekspansi ke pasar internasional membutuhkan dukungan diplomasi, hubungan antarpemerintah, serta kemitraan industri yang berkelanjutan.

Menurutnya, kerja sama dengan UEA diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk dan layanan PT PAL, sekaligus memperkuat kemampuan industri dalam negeri.

Melalui kemitraan tersebut, PT PAL berupaya meningkatkan peluang bisnis di kawasan Timur Tengah, baik dalam pengembangan produk kapal maupun penyediaan layanan pendukung industri maritim dan pertahanan.

Selain berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan, perluasan pasar internasional juga dapat memberikan manfaat bagi ekosistem industri nasional melalui peningkatan keterlibatan tenaga kerja, penguatan rantai pasok, serta pengembangan kemampuan rekayasa dan produksi.

Bidik Transfer Pengetahuan dan Penguasaan Teknologi

Tidak hanya berorientasi pada ekspansi bisnis, PT PAL Indonesia juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu aspek penting dalam kerja sama internasional.

Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menilai kolaborasi dengan mitra luar negeri dapat membuka kesempatan bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja dan penguasaan teknologi.

Pertukaran pengetahuan, peningkatan keterampilan teknis, serta pengembangan kemampuan riset menjadi sejumlah aspek yang berpotensi diperkuat melalui kemitraan tersebut.

Langkah ini penting agar industri maritim dan pertahanan nasional tidak hanya mampu memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas teknologi dan kualitas sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri dalam jangka panjang.

Peluang Kolaborasi dari Desain Kapal hingga MRO

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah peluang kerja sama turut dijajaki, meliputi desain dan produksi kapal, penelitian dan pengembangan teknologi, serta layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal atau maintenance, repair, and overhaul (MRO).

Apabila dapat direalisasikan, kolaborasi tersebut berpotensi memperluas peran PT PAL di pasar Timur Tengah, tidak hanya sebagai produsen kapal, tetapi juga sebagai penyedia layanan teknis dan solusi industri maritim.

Bagi Indonesia, penguatan kemitraan dengan UEA juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan industri pertahanan nasional di luar pasar tradisional. Namun, peluang tersebut masih memerlukan tindak lanjut melalui pembahasan teknis, kesepakatan bisnis, dan penyesuaian kebutuhan masing-masing pihak.

Melalui penjajakan ini, PT PAL Indonesia menargetkan terbukanya peluang bisnis baru sekaligus peningkatan kemampuan industri nasional. Penguatan hubungan dengan UEA diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri maritim Indonesia, meningkatkan penguasaan teknologi, dan memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri perkapalan serta pertahanan global.

No comments:

Post a Comment