Tuesday, October 20, 2026

PT PAL Indonesia melaksanakan pemeliharaan Dua Kapal Perang TNI AL, Jaga Kesiapan Armada Tempur

 


SURABAYA (MI) : PT PAL Indonesia (Persero) tengah melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan dua kapal perang milik TNI Angkatan Laut (TNI AL), yakni KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Fatahillah-361. Pekerjaan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan teknis armada agar tetap dapat mendukung berbagai operasi pertahanan maritim Indonesia.

Pemeliharaan tersebut dilakukan melalui program Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), yang meliputi pemeriksaan, perawatan, serta perbaikan sejumlah komponen kapal sesuai dengan kondisi teknis dan kebutuhan masing-masing platform.

Pada KRI Oswald Siahaan-354, pekerjaan difokuskan pada pemeliharaan dan perbaikan badan kapal, khususnya bagian bawah garis air atau below waterline. Bagian ini memiliki peran penting karena berhubungan langsung dengan lingkungan laut dan memerlukan pemeriksaan berkala untuk menjaga kondisi struktur kapal.

Sementara itu, KRI Fatahillah-361 menjalani kegiatan docking rutin, perawatan bagian bawah garis air, serta perbaikan sistem bantu kapal. Seluruh pekerjaan tersebut disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan teknis agar fungsi kapal dapat dipertahankan secara optimal.

PT PAL Perkuat Kemampuan Perawatan Kapal Perang



Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, menegaskan bahwa pemeliharaan terencana merupakan faktor penting dalam mempertahankan keandalan kapal selama masa operasionalnya.

Menurutnya, pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik kapal, mesin, dan berbagai sistem pendukung diperlukan untuk memastikan seluruh komponen bekerja sesuai standar teknis.

Pemeliharaan yang dilakukan secara tepat juga membantu mengidentifikasi potensi kerusakan sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi aktual kapal.

Berbeda dengan pembangunan kapal baru, pekerjaan MRO membutuhkan evaluasi mendalam terhadap kondisi kapal yang telah beroperasi. Setiap kapal memiliki karakteristik, tingkat keausan, dan kebutuhan perbaikan yang berbeda, sehingga proses pengerjaannya menuntut ketelitian serta kompetensi teknis yang memadai.

Melalui pengalaman lebih dari empat dekade, PT PAL Indonesia terus mengembangkan kemampuan pemeliharaan dan perbaikan kapal, baik untuk kebutuhan militer maupun sektor komersial.

Kemampuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Dengan tersedianya fasilitas dan tenaga ahli untuk menangani perawatan kapal di Indonesia, ketergantungan terhadap layanan pemeliharaan dari luar negeri berpotensi dikurangi.

Pemeliharaan Kapal Jadi Faktor Penting Kesiapan Operasi TNI AL

Keandalan kapal perang merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan operasi TNI AL, terutama dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia yang luas.

Kapal yang menjalani pemeliharaan secara berkala diharapkan dapat mempertahankan kemampuan operasionalnya, sekaligus mengurangi risiko gangguan teknis ketika melaksanakan tugas.

Pentingnya kesiapan kapal juga terlihat dalam penugasan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang melaksanakan kunjungan pelabuhan atau port visit di kawasan Pasifik pada 14 September hingga 12 November 2026.

Pelayaran lintas kawasan tersebut membutuhkan kondisi kapal dan sistem pendukung yang andal agar pelaksanaan misi dapat berjalan sesuai rencana. Hal ini menunjukkan bahwa pemeliharaan kapal tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mendukung keberlanjutan pelaksanaan tugas TNI AL.

PT PAL Indonesia menilai kemampuan melakukan pemeliharaan dan perbaikan kapal di dalam negeri memiliki arti strategis bagi keberlangsungan operasional armada.

Selain menjaga kesiapan kapal perang, penguatan kemampuan MRO juga berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta peningkatan kapasitas industri maritim nasional.

Dengan berlanjutnya program pemeliharaan KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Fatahillah-361, PT PAL turut mengambil bagian dalam mendukung kesiapan armada TNI AL dan memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.

No comments:

Post a Comment