SURABAYA (MI) : PT PAL Indonesia (Persero) meraih penghargaan ASEAN Outstanding Engineering Achievement Project atas pengembangan Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) dan Torpedo Piranha. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian konferensi insinyur ASEAN, CAFEO 44, di Bandung, Jawa Barat.
Penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ini menjadi pengakuan atas kemampuan insinyur Indonesia dalam mengembangkan teknologi strategis untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.
Chief Finance and Human Resources Officer PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, mengatakan pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan penguasaan teknologi dan kualitas sumber daya manusia.
KSOT dan Torpedo Piranha merupakan produk yang dirancang oleh insinyur Indonesia dan dikembangkan melalui kemampuan rekayasa serta manufaktur PT PAL di dalam negeri. Khusus KSOT, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dilaporkan telah mencapai lebih dari 50 persen.
Pengembangan kedua produk tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemampuan merancang, merekayasa, dan memproduksi teknologi pertahanan secara mandiri, sehingga tidak hanya bergantung pada pengadaan dari luar negeri.
Untuk mendukung inovasi, PT PAL juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Hasanuddin. Kerja sama tersebut mencakup riset dan pengembangan teknologi, program magang mahasiswa, serta peningkatan pendidikan karyawan.
Melalui pengembangan KSOT dan Torpedo Piranha, PT PAL berharap kemampuan teknologi nasional semakin berkembang dan industri pertahanan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan strategis secara mandiri dan berkelanjutan.


No comments:
Post a Comment