Surabaya (MI) : PT PAL Indonesia terus memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional melalui pengembangan kapal perang jenis Kapal Selam Serang Ringan (KSSR). Kapal KSSR buatan galangan kapal milik negara tersebut dilaporkan telah selesai dibangun dan dilengkapi sejumlah sistem persenjataan, termasuk Remote Controlled Weapon Station (RCWS) buatan perusahaan dalam negeri.
Salah satu perangkat yang terpasang pada kapal tersebut adalah Marine RCWS buatan PT Radar Telekomunikasi Indonesia (PT RTI). Sistem ini memungkinkan pengoperasian senjata dari jarak jauh untuk mendukung kemampuan pengawasan dan pertahanan kapal.
Selain Marine RCWS, kapal KSSR tersebut juga dilengkapi senjata kaliber 12,7 mm SM5-A1 buatan PT Pindad. Integrasi sistem persenjataan lokal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan industri pertahanan nasional dalam pembangunan alutsista TNI.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi PT PAL
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi fasilitas PT PAL Indonesia untuk meninjau perkembangan proyek kapal KSSR. Dalam kunjungan tersebut, Menhan dijadwalkan menyaksikan langsung hasil pengembangan kapal yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
Pengembangan kapal ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antarpelaku industri pertahanan nasional, mulai dari pembangunan platform kapal hingga penyediaan sistem elektronik dan persenjataan.
KSSR Disiapkan dalam Empat Varian
Kapal KSSR buatan PT PAL direncanakan hadir dalam empat varian dengan konfigurasi persenjataan dan misi yang berbeda, yaitu:
KSSR-SSM – varian yang dirancang untuk membawa rudal antikapal (Surface-to-Surface Missile).
KSSR-Torpedo – varian yang difokuskan pada penggunaan torpedo untuk menghadapi sasaran bawah permukaan.
KSSR-SAM – varian yang direncanakan menggunakan rudal pertahanan udara (Surface-to-Air Missile).
KSSR-RADRONE – varian yang namanya mengindikasikan kemungkinan integrasi teknologi radar dan drone, meskipun konfigurasi serta kemampuan operasionalnya masih memerlukan konfirmasi resmi.
Pengembangan empat varian tersebut berpotensi memberikan pilihan konfigurasi misi yang lebih beragam bagi kebutuhan pertahanan laut Indonesia. Namun, spesifikasi teknis, persenjataan final, jadwal produksi, dan rencana pengadaan masing-masing varian masih perlu menunggu informasi resmi dari PT PAL Indonesia maupun Kementerian Pertahanan.
Melalui proyek ini, PT PAL bersama perusahaan pertahanan nasional lainnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan rekayasa, integrasi sistem, dan kemandirian Indonesia dalam membangun alutsista maritim.



No comments:
Post a Comment