![]() |
| BNL-250 (Bom Nusantara Latih) buatan PT Sari Bahari |
Bandung (MI) : Industri pertahanan Indonesia kembali mendapat pengakuan di tingkat Asia Tenggara. Bom udara latih BNL-250 (Bom Nusantara Latih) buatan PT Sari Bahari, perusahaan swasta yang berbasis di Malang, Jawa Timur, berhasil meraih ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award kategori proyek.
Penghargaan tersebut diberikan oleh ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) dalam rangkaian konferensi CAFEO ke-44 yang berlangsung di Bandung pada 22 Oktober 2026. Pencapaian ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan rekayasa industri nasional dalam mengembangkan produk pendukung pertahanan.
BNL-250, Bom Latih untuk Pesawat Tempur TNI AU
BNL-250 dikembangkan sebagai bom udara latih dengan desain aerodinamis yang dirancang untuk mengurangi hambatan udara selama penerbangan menuju sasaran. Produk ini ditujukan untuk mendukung kegiatan latihan penerbang militer tanpa menggunakan hulu ledak peledak seperti pada bom operasional.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, BNL-250 dirancang agar kompatibel dengan sejumlah pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU), termasuk F-16 Fighting Falcon, EMB-314 Super Tucano, dan BAE Hawk.
Pengujian bersama pihak terkait dilaporkan telah dilakukan untuk mengevaluasi kestabilan bom ketika dilepaskan dari pesawat. Sistem penjatuhannya juga dirancang untuk mendukung penggunaan fitur Continuously Computed Impact Point (CCIP) dan Continuously Computed Release Point (CCRP), yang membantu menentukan titik pelepasan senjata berdasarkan perhitungan sistem pesawat.
Hasil pengujian yang dipublikasikan menyebutkan bahwa penyimpangan titik jatuh BNL-250 berada di bawah 30 meter dari sasaran. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja produk dalam mendukung kebutuhan latihan militer.
Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan
Pengembangan BNL-250 juga sejalan dengan upaya Indonesia meningkatkan penggunaan produk pertahanan buatan dalam negeri. Produk ini dilaporkan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 70 persen, yang berpotensi membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan amunisi latih dari luar negeri.
Kehadiran produk lokal seperti BNL-250 memberikan alternatif bagi pemenuhan kebutuhan latihan TNI AU. Selain mendukung ketersediaan perlengkapan latihan, pengembangan tersebut turut membuka peluang peningkatan kemampuan rekayasa, manufaktur, dan pengujian di industri pertahanan nasional.
PT Sari Bahari juga disebut berencana mengembangkan desain BNL-250 ke kaliber yang lebih besar sesuai kebutuhan pengguna. Apabila pengembangan tersebut terealisasi, perusahaan berpeluang memperluas jenis produk yang dapat ditawarkan kepada pasar domestik maupun internasional.
Berpeluang Tembus Pasar ASEAN
Penghargaan di tingkat ASEAN menjadi modal bagi PT Sari Bahari untuk memperkenalkan kemampuan industri pertahanan Indonesia kepada negara-negara di kawasan. Produk bom latih yang memenuhi kebutuhan operasional dan standar kualitas pengguna berpotensi menjadi salah satu komoditas ekspor industri pertahanan nasional.
Meski demikian, peluang ekspor tetap bergantung pada kebutuhan negara calon pengguna, hasil evaluasi teknis, persyaratan sertifikasi, serta ketentuan ekspor yang berlaku.
Pencapaian BNL-250 menunjukkan bahwa industri swasta nasional memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertahanan. Dukungan terhadap riset, peningkatan kualitas produksi, dan penguatan rantai pasok dalam negeri akan menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar regional.



No comments:
Post a Comment