Monday, October 5, 2026

Komisi I Dukung Rencana Akuisisi Jet Tempur J-10 China

 


JAKARTA (MI) : Rencana Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia untuk mengakuisisi jet tempur J-10 dari China mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono.

Dave menilai Indonesia perlu terus memperkuat kemampuan alat utama sistem senjata (alutsista), khususnya pesawat tempur, untuk menghadapi berbagai potensi ancaman yang berkembang di tengah situasi geopolitik global.

Menurutnya, perkembangan konflik di berbagai kawasan, termasuk di Asia Tenggara, menjadi salah satu alasan Indonesia perlu memiliki sistem pertahanan yang kuat dan didukung peralatan tempur modern.

“Kita melihat bahwa ini juga kondisi global, ancaman, kita lihat konflik di Asia Tenggara saja masih ada konflik antara negara-negara sesama ASEAN. Karena itu penting untuk kita memiliki peralatan tempur yang mumpuni dan sanggup untuk mengintersep segala macam ancaman,” kata Dave setelah menghadiri upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Mabes TNI Cilangkap, Senin (5/10/2026).

Tidak Masalah Beli Alutsista dari China

Dave juga menilai tidak menjadi persoalan apabila Indonesia memilih China sebagai salah satu sumber pengadaan alutsista, bukan hanya mengandalkan negara-negara Barat.

Namun, menurutnya, keputusan pengadaan harus mempertimbangkan kesiapan ekosistem pendukung. Beberapa aspek yang dinilai penting antara lain ketersediaan rantai pasok, pelatihan personel, serta unit pendukung untuk memastikan alutsista dapat digunakan secara optimal.

“Tidak ada masalah, selama supply chain-nya dan juga pelatihannya, supporting unit-nya itu mencukupi, tidak ada masalah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sebuah sistem persenjataan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan platform yang dibeli. Ketersediaan suku cadang, dukungan teknis, kesiapan pilot dan teknisi, serta kesinambungan logistik juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesiapan operasional.

Mengenal Jet Tempur Chengdu J-10

Chengdu J-10 merupakan jet tempur multirole generasi keempat yang dikembangkan China melalui Chengdu Aircraft Industries Corporation. Pengembangan pesawat ini dimulai sejak akhir dekade 1980-an.

J-10 dirancang untuk menjalankan berbagai misi, baik pertempuran udara maupun serangan terhadap sasaran di permukaan. Pesawat ini memiliki sejumlah hardpoint yang dapat digunakan untuk membawa persenjataan, tangki bahan bakar tambahan maupun pod pendukung misi.

Dalam konfigurasi persenjataan udara-ke-udara, J-10 dapat menggunakan rudal PL-12 yang menggunakan sistem pemandu radar serta PL-8 yang menggunakan pencari sasaran berbasis inframerah.

Untuk menjalankan misi serangan ke permukaan, J-10 juga dapat membawa berbagai jenis bom dan persenjataan udara-ke-darat. Pesawat tersebut turut dilengkapi dengan meriam internal 23 mm.

Dengan kemampuan multirole tersebut, J-10 dirancang untuk menjalankan sejumlah misi dalam satu platform, mulai dari superioritas udara hingga serangan terhadap sasaran darat.

Jika rencana pengadaan J-10 benar-benar direalisasikan, keberadaan pesawat ini nantinya akan menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemampuan pertahanan udara sekaligus menambah pilihan sumber alutsista bagi TNI.

No comments:

Post a Comment