Tuesday, October 13, 2026

752 Prajurit TNI AL Resmi Sandang Baret Ungu Marinir Usai Tempuh Lintas Medan hingga 350 Kilometer


MALANG (MI) : Sebanyak 752 prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) resmi menyandang baret ungu Korps Marinir setelah berhasil menyelesaikan Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan ke-180. Pendidikan tersebut ditutup dengan pembaretan yang berlangsung di Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Para prajurit tersebut terdiri
atas 453 lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Prajurit Karier Angkatan ke-46 Gelombang I dan 299 lulusan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier Angkatan ke-46 Gelombang I.

Sebelum mendapatkan baret ungu, seluruh peserta harus melewati rangkaian pendidikan dan latihan berat untuk menguji kemampuan fisik, mental, kedisiplinan, serta kesiapan mereka sebagai prajurit tempur Korps Marinir.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Kolonel Marinir Rana Karyana, menjelaskan bahwa salah satu tahapan paling menantang adalah lintas medan (Limed). Dalam tahapan tersebut, para prajurit berjalan kaki sejauh 300 hingga 350 kilometer selama belasan hari.

Perjalanan dimulai dari Banyuwangi dan berakhir di Pantai Baruna, Malang Selatan. Selama perjalanan, para prajurit membawa perlengkapan tempur lengkap sekaligus menghadapi berbagai kondisi medan yang berat.

Menurut Rana, lintas medan menjadi ujian akhir untuk mengukur ketahanan, disiplin, dan daya juang para peserta sebelum dikukuhkan sebagai prajurit petarung Korps Marinir TNI AL.

Lima Tahapan Pendidikan Komando Marinir

Sebelum menjalani lintas medan, para prajurit telah melewati lima tahapan utama Pendidikan Komando. Tahapan tersebut meliputi Dasar Komando, Kelautan, Hutan Gunung, Perang Gerilya, dan Lawan Gerilya.

Rangkaian pendidikan tersebut dirancang untuk membekali prajurit dengan kemampuan dasar operasi tempur, bertahan di berbagai medan, serta menghadapi beragam situasi dalam penugasan militer.

Korps Marinir menyatakan seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan pendidikan komando tersebut berada dalam kondisi sehat dan selamat.

Penyematan baret ungu menjadi penanda keberhasilan para prajurit menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan sekaligus pengukuhan identitas mereka sebagai bagian dari pasukan elite pendarat TNI AL.

752 Prajurit Disiapkan Hadapi Berbagai Penugasan

Rana Karyana berharap para prajurit yang baru menyandang baret ungu mampu menerapkan seluruh kemampuan yang diperoleh selama pendidikan dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.

Menurutnya, kehormatan mengenakan baret ungu harus diiringi dengan tanggung jawab, disiplin, ketangguhan, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga pertahanan negara.

Para prajurit juga diharapkan terus meningkatkan profesionalisme serta memberikan pengabdian terbaik bagi Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara.

Keberhasilan 752 prajurit menyelesaikan Pendidikan Komando Angkatan ke-180 menjadi bagian dari upaya TNI AL menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh dan terlatih untuk memperkuat kemampuan tempur Korps Marinir Indonesia.

No comments:

Post a Comment