JAKARTA (MI) : Indonesia dikabarkan akan menerima jet tempur Chengdu J-10 buatan China dalam enam bulan ke depan. Meski demikian, jadwal kedatangan dan jumlah pesawat yang akan diterima pada tahap pertama belum diumumkan secara resmi.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi terkait rencana kedatangan pesawat tempur tersebut.
“Tunggu saja pengumuman resminya,” ujar Tonny saat berada di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026), sebagaimana diberitakan Republika dan dikutip Global Times.
Jet tempur yang dikenal dengan julukan Vigorous Dragon tersebut sebelumnya telah masuk dalam rencana pengadaan alutsista Indonesia. Pada Oktober 2025, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi rencana Indonesia untuk mengakuisisi J-10 dari China.
Rencana pembelian ini juga mendapat dukungan dari anggota Komisi I DPR RI yang menilai pengadaan pesawat tempur tersebut berpotensi memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia.
J-10CE Punya Kemampuan Tempur Jarak Jauh
Salah satu varian yang menjadi perhatian dalam pasar ekspor adalah J-10CE, versi ekspor dari keluarga jet tempur J-10. Pesawat ini menarik perhatian setelah dilaporkan terlibat dalam pertempuran udara Pakistan dan India pada Mei 2025.
Pakar militer China, Zhang Junshe, menyoroti kemampuan J-10CE dalam melaksanakan serangan udara di luar jangkauan pandang atau beyond-visual-range (BVR). Kemampuan tersebut didukung oleh sistem radar dan rudal udara-ke-udara PL-15.
Kombinasi radar dan rudal tersebut dirancang untuk mendeteksi serta menyerang sasaran udara dari jarak jauh, sehingga memberikan kemampuan tempur yang lebih luas dalam menghadapi ancaman di udara.
Selain kemampuan operasional, J-10CE juga disebut memiliki harga pengadaan yang relatif kompetitif dibandingkan sejumlah pesawat tempur Barat dengan kemampuan sekelas. Faktor tersebut menjadi salah satu daya tariknya di pasar internasional.
Mulai Dilirik Sejumlah Negara
Selain Pakistan, Uzbekistan dilaporkan telah mengoperasikan J-10CE. Pesawat tersebut ditampilkan dalam perayaan nasional Uzbekistan pada Agustus 2026, memperlihatkan perkembangan pemasaran jet tempur buatan China di pasar ekspor.
J-10CE juga diperkenalkan dalam Pameran Pertahanan Internasional Azerbaijan di Baku pada akhir September 2026. Kehadirannya menunjukkan upaya industri pertahanan China memperluas jangkauan pemasaran pesawat tempur tersebut ke negara-negara lain.
Sementara itu, Bangladesh dikabarkan tengah memajukan rencana pengadaan J-10CE. Laporan media menyebutkan bahwa draf kontrak pembelian pesawat tempur multiguna tersebut telah disiapkan untuk proses persetujuan lebih lanjut.
Bagi Indonesia, rencana pengadaan J-10 menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan udara di tengah dinamika keamanan kawasan. Namun, kepastian jumlah pesawat, jadwal pengiriman, serta rincian kontrak masih menunggu pengumuman resmi pemerintah.
Jika terealisasi, kehadiran J-10 diharapkan dapat menambah pilihan kekuatan tempur TNI AU. Meski demikian, efektivitas pengoperasiannya juga akan bergantung pada persenjataan, sistem pendukung, kesiapan personel, serta integrasinya dengan sistem pertahanan udara nasional.

No comments:
Post a Comment