Sunday, September 27, 2026

Menhan Sjafrie Terima Menhan Prancis, Perkuat Kerja Sama Rafale, Scorpene dan Latihan Militer

 


JAKARTA (MI) : Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari Annual Defense Minister Dialogue pertama antara Indonesia dan Prancis untuk memperkuat hubungan dan kerja sama pertahanan kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie menyampaikan bahwa hubungan pertahanan Indonesia dan Prancis terus berkembang, terutama melalui kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), pendidikan militer, serta peningkatan kemampuan personel kedua negara.

Sjafrie juga mengapresiasi kerja sama pengadaan 42 unit jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation serta dua kapal selam Scorpene produksi Naval Group asal Prancis.

Menurut Sjafrie, kerja sama pertahanan kedua negara tidak hanya berfokus pada pengadaan alutsista, tetapi juga mencakup pertukaran perwira untuk pendidikan dan latihan, serta peningkatan profesionalisme dan hubungan antarpersonel militer.

Ia berharap dialog pertahanan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis, sekaligus memperluas kolaborasi antarang­katan bersenjata.

Sementara itu, kunjungan Catherine Vautrin ke Indonesia juga berkaitan dengan Misi Pégase 2026, yang merupakan kegiatan Angkatan Udara Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Vautrin dijadwalkan mengunjungi Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang menjadi salah satu lokasi kegiatan bersama TNI AU.

Selama pelaksanaan Misi Pégase 2026 pada 20–25 September 2026, Vautrin juga meninjau sejumlah pesawat militer Prancis dan Indonesia yang berada di Tanah Air.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Prancis, khususnya dalam modernisasi pertahanan, pengembangan kemampuan militer, pendidikan, serta peningkatan kerja sama antarangkatan bersenjata.

No comments:

Post a Comment