Wednesday, August 26, 2026

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Segera Tiba di Indonesia, Proses Serah Terima Disiapkan di Jakarta


JAKARTA (MI) : Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (551) semakin dekat dengan Indonesia. Kapal perang eks Angkatan Laut Italia tersebut dijadwalkan tiba di Tanah Air pada September 2026 dan akan menjalani proses serah terima resmi sebelum memperkuat jajaran armada TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memastikan proses serah terima kapal akan dilaksanakan setelah Giuseppe Garibaldi tiba di Jakarta. Kapal yang memiliki panjang sekitar 180 meter itu sebelumnya telah meninggalkan Pelabuhan Taranto, Italia, untuk memulai pelayaran panjang menuju Indonesia.

Dalam perjalanan menuju Tanah Air, kapal tersebut dijadwalkan melakukan transit di sejumlah pelabuhan, di antaranya Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.

Kepala Biro Informasi Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan, setibanya di Indonesia, kapal akan terlebih dahulu berlabuh di Jakarta. Selanjutnya, dilakukan prosesi penerimaan melalui penandatanganan dokumen serah terima hibah.

"Setibanya di Indonesia kapal eks Giuseppe Garibaldi akan berlabuh terlebih dahulu di Jakarta. Prosesi penerimaannya akan dilaksanakan melalui penandatanganan dokumen serah terima hibah," kata Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Meski demikian, Rico belum menjelaskan secara rinci rangkaian kegiatan yang akan digelar di Jakarta. Menurutnya, teknis pelaksanaan prosesi setelah kedatangan kapal merupakan kewenangan TNI AL.

Setelah proses serah terima selesai, Giuseppe Garibaldi direncanakan melanjutkan pelayaran menuju Lanal Teluk Ratai, Lampung, yang dipersiapkan sebagai salah satu lokasi pangkalan kapal tersebut.

Persiapan Pangkalan di Lampung Terus Dikebut

Kedatangan kapal induk berukuran besar tentu membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung. Karena itu, TNI AL saat ini masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan di pangkalan yang akan menjadi lokasi bersandarnya Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul sebelumnya mengatakan bahwa pembangunan dan penyesuaian fasilitas pangkalan di Lampung telah memasuki tahap akhir.

"Untuk kesiapan infrastruktur pangkalan di Lampung sementara progress finishing yang diharapkan saat kedatangan Garibaldi ke Indonesia sudah rampung," ujarnya.

Persiapan tersebut menjadi bagian penting sebelum kapal memasuki fase operasional di Indonesia. Selain fasilitas dermaga dan pendukungnya, kesiapan personel juga menjadi perhatian utama karena Giuseppe Garibaldi memiliki sistem dan karakteristik kapal perang yang berbeda dengan kapal-kapal TNI AL yang selama ini dioperasikan.

Dijadwalkan Tiba 20 September 2026

Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksdya Edwin memastikan perjalanan Giuseppe Garibaldi menuju Indonesia berjalan sesuai rencana. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia pada pekan ketiga September 2026.

Dirjen Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan Marsda Hendrikus Haris Haryanto bahkan menyebut tanggal 20 September 2026 sebagai rencana kedatangan kapal di Indonesia.

"Rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026," kata Hendrikus dalam rapat yang dipantau melalui kanal YouTube TV Parlemen.

Dengan jadwal tersebut, Indonesia kini tinggal menunggu beberapa pekan lagi sebelum kapal induk eks Italia itu resmi memasuki wilayah Indonesia.

100 Personel TNI AL Dikirim ke Italia

Tidak hanya menyiapkan pangkalan, TNI AL juga telah mempersiapkan sumber daya manusia yang nantinya akan mengoperasikan kapal.

Sebanyak sekitar 100 personel TNI AL telah dikirim ke Italia untuk mengikuti proses pelatihan sekaligus mempelajari pengoperasian Giuseppe Garibaldi. Mereka akan menjadi bagian penting dalam proses transisi pengoperasian kapal dari personel Italia kepada personel Indonesia.

Wakil KSAL Laksdya Edwin menjelaskan bahwa selama pelayaran dari Italia menuju Indonesia, personel TNI AL akan berada di kapal bersama personel Marina Militare atau Angkatan Laut Italia.

"Mix (campur). Jadi, sambil pelayaran, mereka juga belajar," kata Edwin.

Pola tersebut memungkinkan personel TNI AL memperoleh pengalaman langsung mengenai pengoperasian kapal selama perjalanan menuju Indonesia. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya dilakukan di darat, tetapi juga melalui pengalaman langsung selama pelayaran.

Bukan Sekadar Kapal Perang Baru

Kehadiran Giuseppe Garibaldi menjadi perhatian besar karena kapal ini memiliki kemampuan dan ukuran yang jauh berbeda dari mayoritas kapal perang yang selama ini dioperasikan TNI AL.

Kapal sepanjang sekitar 180 meter tersebut dibangun oleh Fincantieri, salah satu galangan kapal besar Italia. Giuseppe Garibaldi sebelumnya digunakan oleh Angkatan Laut Italia dan telah memiliki sejarah panjang dalam menjalankan berbagai misi operasi.

Bagi Indonesia, kehadiran kapal ini bukan hanya soal penambahan satu unit alutsista. Pengoperasiannya juga membutuhkan kesiapan doktrin, awak kapal, fasilitas pangkalan, sistem pemeliharaan, hingga kemampuan logistik.

Karena itu, proses kedatangan Giuseppe Garibaldi dapat menjadi tahap awal bagi TNI AL untuk membangun pengalaman dalam mengoperasikan kapal berukuran besar dengan kemampuan penerbangan.

Dari Italia Menuju Indonesia

Perjalanan Giuseppe Garibaldi menuju Indonesia menjadi bagian penting dari proses transisi kapal tersebut. Dari Pelabuhan Taranto, kapal akan menempuh perjalanan laut yang cukup panjang dengan beberapa kali transit sebelum akhirnya memasuki perairan Indonesia.

Jika seluruh rangkaian berjalan sesuai jadwal, September 2026 akan menjadi momen penting bagi perkembangan kekuatan TNI AL.

Setelah tiba di Jakarta dan menyelesaikan proses administrasi serta serah terima hibah, kapal akan bergerak menuju Lampung untuk menjalani tahap berikutnya.

Dengan persiapan pangkalan yang terus dikebut dan sekitar 100 personel TNI AL yang telah menjalani pelatihan di Italia, Indonesia kini bersiap menyambut kedatangan Giuseppe Garibaldi (551) sebagai salah satu kapal perang terbesar yang akan memperkuat kemampuan TNI AL.

Kedatangan kapal tersebut sekaligus menjadi babak baru bagi TNI AL dalam membangun kemampuan mengoperasikan kapal perang berukuran besar dan mengintegrasikan pengalaman baru ke dalam sistem pertahanan maritim Indonesia.

No comments:

Post a Comment